BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » KALBAR BORONG DUA PENGHARGAAN BERGENGSI, GUBERNUR RIA NORSAN BERHASIL KENDALIKAN INFLASI DAN INOVASI PEMBIAYAAN KREATIF

KALBAR BORONG DUA PENGHARGAAN BERGENGSI, GUBERNUR RIA NORSAN BERHASIL KENDALIKAN INFLASI DAN INOVASI PEMBIAYAAN KREATIF

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yokalbar BALIKPAPAN – Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Drs. H. Ria Norsan, M.M.,M.H., menunjukkan performa pembangunan yang stabil dan progresif sepanjang periode 2025 hingga awal 2026. Meski dihadapkan pada tantangan – tantangan yang ada, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap berinovasi dalam menggerakan roda pemerintahan yang dinahkodainya.

Hal tersebut dibuktikan dengan diraihnya dua penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yakni Terbaik I Tingkat Provinsi di bidang Entrepreneur Government melalui Pembiayaan Kreatif (Creative Financing) Tahun 2026, dan Terbaik I Tingkat Provinsi pada kategori Pengendalian Inflasi Daerah se – Kalimantan, yang diterima langsung oleh Gubernur Ria Norsan pada ajang “Awarding” Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Kalimantan Tahun 2026, dan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dipusatkan di Platinum Hotel, Balikpapan (Kaltim), pada Selasa malam (5/5/2026).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya peran Kementerian Dalam Negeri sebagai pembina dan pengawas pemerintahan daerah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Ia menjelaskan bahwa Indonesia tidak menerapkan sistem otonomi penuh atau desentralisasi penuh, melainkan sistem yang ia sebut sebagai “semi-otonomi” atau partly decentralized system.
“Kita memiliki banyak ‘tongkat’ atau kekuasaan yang diberikan undang-undang sebagai instrumen pemerintah pusat untuk mengendalikan dan mengontrol daerah,” ujar Mendagri.

Mendagri merinci beberapa instrumen krusial yang digunakan Kemendagri dalam membina daerah melalui review APBD, di mana pusat memiliki kewenangan untuk menolak APBD provinsi jika tidak sesuai aturan atau tidak mengakomodasi program strategis nasional.

“Terutama terkait inflasi, pengawasan, kita juga memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang menunjukkan prestasi, salah satunya dalam pengendalian inflasi,” pungkasnya.

Menyikapi keberhasilan ini, Gubernur Ria Norsan menyatakan bahwa pencapaian ini bukan sekadar prestasi di atas kertas, melainkan hasil kerja keras dan kerja nyata bersama.

“Ini merupakan motivasi besar bagi kami, Pemerintah Provinsi, dan seluruh masyarakat Kalimantan Barat. Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita bersama,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu keberhasilan paling mencolok adalah pengendalian inflasi. Pada tahun 2025, angka inflasi Kalbar berada di posisi sangat rendah, yakni 1,85% atau berada dalam zona hijau. Meski pada awal 2026 terjadi kenaikan di kisaran 3,0% – 3,3%, hal ini dinilai sebagai fenomena musiman akibat perayaan hari besar seperti Nataru, Ramadhan, Idul Fitri, Imlek, dan Cap Go Meh.

“Untuk menjaga daya beli tetap stabil, Pemprov Kalbar secara konsisten menjalankan langkah-langkah konkret, antara lain penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif di seluruh kabupaten/kota, kemudian operasi pasar dan percepatan distribusi beras SPHP, dan monitoring harga secara langsung oleh kepala daerah ke pasar-pasar rakyat, serta penguatan logistik pangan melalui kolaborasi dengan Bulog dan Bapanas,” ungkap Ria Norsan.

Norsan menjelaskan, keberhasilan mengendalikan inflasi ini menjadi pondasi utama dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat, yang secara langsung berdampak pada penurunan angka kemiskinan.

“Ekonomi Kalimantan Barat tercatat tumbuh positif dari 5,00% pada tahun 2024 menjadi 5,59% di tahun 2025, dan diproyeksikan tetap stabil di atas 5% pada tahun 2026. Peningkatan ini didorong oleh geliat investasi dan sektor UMKM yang mulai bertransformasi ke arah digital. Data menunjukkan lonjakan signifikan pada indikator ekonomi digital: Penggunaan QRIS naik 76%, Transaksi e-commerce tumbuh 33,82%, Kredit UMKM mengalami peningkatan sebesar 2,67%,” ujarnya.

Norsan juga menambahkan, melalui konsep entrepreneur government, pemerintah tidak lagi sekadar menjadi regulator, melainkan penggerak ekonomi dengan mencari sumber pembiayaan inovatif non-APBD ( creative financing)dan memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta serta perbankan. Di sektor sosial, angka kemiskinan terus menunjukkan tren menurun dari 6,25% pada 2024 menjadi 6,16% pada 2025.

“Pemprov fokus pada pemberian gizi spesifik bagi ibu hamil dan balita serta penguatan ketahanan pangan lokal untuk memastikan akses pangan yang terjangkau bagi warga rentan,” jelasnya.

Gubernur juga menyampaikan, meski indikator makro lainnya membaik, sektor ketenagakerjaan masih menjadi catatan strategis. Angka pengangguran tercatat stagnan di kisaran 4,23% pada 2025.

“Ke depan, Pemprov Kalbar berkomitmen mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal melalui optimalisasi CSR perusahaan dan penguatan UMKM sebagai penyedia lapangan kerja informal,” bebernya.

Dalam pernyataannya, Ria Norsan menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, dimana inflasi tetap terkendali, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan tingkat kemiskinan terus menurun.

“Tantangan kita ke depan adalah memastikan pertumbuhan ini mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya, agar masyarakat Kalimantan Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri,” jelasnya.

Meski meraih prestasi di tingkat provinsi, pemerintah tidak ingin berpuas diri. Pesan kuat disampaikan kepada pemerintah Kabupaten dan Kota di wilayah Kalimantan Barat yang belum berhasil meraih penghargaan.

“Saya mengimbau dan mengajak agar pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota terus melahirkan inovasi-inovasi kreatif, khususnya dalam tiga sektor utama pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas ekonomi lokal, kemudian penurunan Angka kemiskinan dan stunting untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, menumbuhkan entrepreneur government tata kelola keuangan yang lebih sehat dan efektif,” timpalnya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Kadisdikbud Kalbar Terima Audiensi Kanwil Kemenkum, Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual di Dunia Pendidikan

    Plt Kadisdikbud Kalbar Terima Audiensi Kanwil Kemenkum, Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual di Dunia Pendidikan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat menerima audiensi Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Kalimantan Barat melalui Divisi Pelayanan Hukum guna membahas penguatan pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) di sektor pendidikan dan kebudayaan. Pertemuan tersebut membahas langkah strategis dalam menginventarisasi berbagai hasil karya intelektual yang lahir dari lingkungan […]

  • Musrenbang Ketapang, Bupati Alex: Kehadiran Gubernur Bawa Semangat Sinergi Pembangunan

    Musrenbang Ketapang, Bupati Alex: Kehadiran Gubernur Bawa Semangat Sinergi Pembangunan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar Ketapang – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menghadiri pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Ketapang tahun 2027 yang digelar di Kantor Bupati Ketapang, Kamis (9/4/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kalbar tersebut menjadi momen penting bagi Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan provinsi, khususnya dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. […]

  • Temajuk Dinilai Punya Potensi Wisata Lebih Unggul dari Teluk Melano

    Temajuk Dinilai Punya Potensi Wisata Lebih Unggul dari Teluk Melano

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKALBAR Sambas – Dalam kunjungan ke Kawasan Perbatasan Pos Lintas Batas Indonesia-Malaysia di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas, Gubernur Kalbar, Ria Norsan juga menyoroti besarnya potensi wisata yang dimiliki Desa Temajuk. Menurutnya, kawasan pesisir Temajuk memiliki daya tarik yang sangat kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan perbatasan. “Pantai Temajuk cukup panjang, kurang lebih enam […]

  • Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio, 6 Pesawat Delay dalam 2 Hari

    Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio, 6 Pesawat Delay dalam 2 Hari

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar PONTIANAK – Kabut asap mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam dua hari terakhir, sebanyak enam penerbangan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang atau visibility yang berada di bawah standar. Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak, Joko […]

  • Ajukan 3 Raperda, Wawako Muhammadin: Perkuat Tata Kelola Pemrintah dan Optimalkan Aset

    Ajukan 3 Raperda, Wawako Muhammadin: Perkuat Tata Kelola Pemrintah dan Optimalkan Aset

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang mengajukan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, mengoptimalkan aset daerah hingga mewujudkan kota yang inklusif. Tiga Raperda tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, melalui Nota Pengantar dalam rapat paripurna DPRD Kota Singkawang di Ruang Utama DPRD, Senin (2/11/2026). Adapun tiga Raperda yang diajukan meliputi […]

  • KPU Mutakhirkan Data Warga Berusia 102 Tahun, Bawaslu Singkawang Awasi Proses Coktas

    KPU Mutakhirkan Data Warga Berusia 102 Tahun, Bawaslu Singkawang Awasi Proses Coktas

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Bawaslu Kota Singkawang melakukan pengawasan terhadap proses pemutakhiran data pemilih yang dilaksanakan oleh KPU Kota Singkawang. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pemutakhiran data berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Dalam pelaksanaannya, jajaran Bawaslu turut mengawasi proses Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) terhadap sejumlah data pemilih yang perlu dilakukan verifikasi, di antaranya warga yang telah meninggal dunia, menjadi anggota TNI/Polri, serta pemilih lanjut usia. Berdasarkan surat pemberitahuan dari KPU Kota Singkawang, Coktas dilaksanakan dari Tanggal 22-24 September 2026. Salah satu pemilih yang menjadi bagian dari proses Coktas adalah Tjhin Pet Liong, warga Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, yang tercatat telah berusia 102 tahun. Petugas mendatangi langsung kediaman yang bersangkutan untuk memastikan keberadaan serta kesesuaian data pemilih dengan kondisi faktual. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa warga tersebut masih ada dan data kepemilihannya masih sesuai. Bawaslu juga menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa yang bersangkutan masih tercatat sebagai pemilih dan tetap memiliki hak untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilihan mendatang. Kondisi usia lanjut tidak menghilangkan hak konstitusional seorang warga negara untuk menggunakan hak pilihnya. Oleh karena itu, Bawaslu memastikan setiap warga yang memenuhi syarat sebagai pemilih tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan dalam proses pemutakhiran data pemilih. Anggota Bawaslu Kota Singkawang, Umar Faruk mengatakan “Satu suara sangat berharga. Setiap warga negara yang memenuhi syarat memiliki hak yang sama untuk terdata sebagai pemilih. Karena itu, proses pemutakhiran data harus dilakukan secara cermat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” Bawaslu Kota Singkawang menekankan pentingnya ketelitian dalam proses Coktas, mulai dari memastikan keberadaan pemilih, kesesuaian identitas, hingga kondisi faktual lainnya yang berkaitan dengan data pemilih. Umar Faruk menambahkan bahwa Pengawasan terhadap pemilih lanjut usia seperti ini menjadi […]

expand_less