Siaga Karhutla Awal Tahun, Pusdalops BPBD Kalbar Perketat Patroli dan Aktifkan Pos Lapangan
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Danie.
YOKALBAR– Memasuki awal tahun 2026, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada periode 19–25 Januari 2026.
Peningkatan potensi karhutla ini mengacu pada prakiraan cuaca dari BMKG, yang menunjukkan mulai mengeringnya sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Merespons kondisi tersebut, Pusdalops langsung mengintensifkan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota sebagai langkah antisipasi dini.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, menegaskan Pusdalops berperan sebagai pusat kendali informasi dan komando penanganan bencana. Seluruh data cuaca, potensi titik api, hingga laporan lapangan dikonsolidasikan secara real time untuk memastikan respons cepat dan terpadu.
“Pusdalops menjadi jantung pengendalian penanggulangan bencana. Dari sini, kami memantau potensi karhutla sekaligus mengoordinasikan langkah penanganan bersama BPBD daerah, TNI, dan Polri,” ujar Daniel, Selasa (20/1/2026).
Sebagai langkah konkret, sejak 19 Januari 2026 BPBD Kalbar telah menurunkan tim patroli terpadu ke sejumlah wilayah rawan, di antaranya Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak. Selain pemantauan, tim juga melakukan operasi pembasahan pada lahan-lahan kering yang berpotensi terbakar.
“Begitu ditemukan indikasi titik api, tim langsung melakukan pemadaman awal dan berkoordinasi dengan unsur di lapangan agar tidak meluas,” jelasnya.
Tak hanya patroli, BPBD Kalbar juga mengaktifkan pos-pos lapangan dengan menempatkan personel serta peralatan di titik strategis. Keberadaan pos ini dinilai krusial untuk memangkas waktu respons saat karhutla terjadi.
“Dengan pos lapangan, mobilisasi personel dan peralatan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” tambah Daniel.
Didukung teknologi informasi yang memadai, Pusdalops BPBD Kalbar menjadi rujukan utama bagi pimpinan daerah dalam pengambilan keputusan. Data yang dihimpun menjadi dasar gubernur, bupati, dan wali kota dalam menetapkan kebijakan mitigasi hingga penanganan darurat.
Daniel turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui BNPB dalam pembangunan Pusdalops BPBD Kalbar beserta kelengkapan sarana teknologi informasinya. Selain itu, keberadaan gudang logistik dan garasi kendaraan operasional juga memperkuat kesiapan penanggulangan bencana di Kalbar.
“Gudang logistik sangat vital untuk menjaga kualitas bantuan sebelum disalurkan ke daerah terdampak,” ujarnya.
BPBD Kalbar pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi karhutla di lingkungan masing-masing, demi mencegah kebakaran meluas sejak dini.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar