Konsisten Terapkan GRC, Bank Kalbar Catatkan Prestasi Positif
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Bank Kalbar, Rokidi yang menyatakan penurunan TKD justru membuka peluang pembiayaan bagi bank daerah untuk membantu pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga kesinambungan pembangunan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar masih mencatatkan kinerja positif sepanjang 2022 lalu. Baik penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan. Termasuk laba bersih perseroan juga semakin tambun bertumbuh sebesar 8,10% secara year on year (yoy). Dan dengan modal inti juga yang terus meningkat.
“Sepanjang 2022, kinerja Bank Kalbar masih positif. Kredit dan pembiayaan bertumbuh 8,57% dari Rp13,32 triliun menjadi Rp14,46 triliun. DPK juga masih positif sebesar Rp17,53 triliun. Sehingga laba kita terus naik menjadi Rp424,42miliar dari sebelumnya di tahun 2021 di angka Rp392,62 miliar. Dengan pencapaian modal inti di atas Rp3,49 triliun. Dan di akhir tahun ini bisa di atas Rp4 triliun,” tandas Direktur Utama, Rokidi saat memaparkan proses penjurian TOP GRC (Governance, Risk Management, and Compliance)Awards 2023, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam proses penjurian TOP GRC Awards 2023 itu, selain Dirut juga hadir Direktur Kepatuhan, M. Al Amin, dan tim kehumasan Bank Kalbar.
Dipaparkan di acara tersebut, kinerja positif Bank Kalbar itu memang tak lepas dari penerapan GRC perusahaan yang terus meningkat. Makanya, dengan kehadiran di acara TOP GRC Awards ini sekaligus ingin mengukur sejauh mana implementasi GRC Bank Kalbat. “Kami mencoba mengikuti penilaian GRC seperti apa, karena selama ini kita berusaha semaksimal mungkin (dalam implementasi GRC),” ujarnya.
Makanya dalam ranah implementasi GRC yang behasil itu, diterangkan Rokidi, pihaknya berhasil menekan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) hingga serendah mungkin. “Karena dengan manajemen risiko yang kuat ini NPL kami berhasil ditekan rendah dari 1,91% menjadi 1,75% di akhir 2022 lalu. Untuk ukuran Bank BPD itu sangat rendah banget. Ini (NPL kecil) menjadi pesan khusus Pak Gubernur, bahkan di akhir tahun ini harus ada di bawah 1,5%,” ujarnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar