BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » 50 siswa asal daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Barat menerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun Ajaran 2026/2027

50 siswa asal daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Barat menerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun Ajaran 2026/2027

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR – Sebanyak 50 siswa asal daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Barat menerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun Ajaran 2026/2027.

Program ADEM merupakan program pemerintah pusat yang memberikan kesempatan kepada siswa dari daerah 3T untuk melanjutkan pendidikan di sekolah menengah yang memiliki kualitas pendidikan lebih baik.

Para penerima beasiswa tersebut akan menempuh pendidikan di sejumlah SMA dan SMK Negeri di Kota Pontianak. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses dan pemerataan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat.

Prosesi serah terima dan pembekalan siswa digelar di Hotel Gajahmada Pontianak, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri.

Kegiatan turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dari kabupaten asal peserta serta para kepala SMA dan SMK Negeri di Pontianak yang menjadi sekolah penerima peserta Program ADEM 3T.

Salah satu sekolah penerima program tersebut adalah SMK Negeri 1 Pontianak yang telah berpengalaman membina peserta ADEM selama tiga tahun terakhir.

Kepala SMK Negeri 1 Pontianak, Anis Sarifudin Adi, mengatakan siswa yang berasal dari daerah memiliki potensi yang tidak kalah dengan siswa di perkotaan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

“Selama tiga tahun menerima siswa ADEM dari berbagai kabupaten di Kalimantan Barat, kami melihat kemampuan mereka sangat baik. Bahkan tidak pernah ada yang tidak naik kelas. Mereka mampu bersaing dengan siswa lainnya,” ujarnya.

Menurut Anis, tantangan terbesar bagi siswa ADEM justru muncul pada masa awal ketika mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalani kehidupan jauh dari keluarga.

“Yang paling penting di awal adalah bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri. Dulu segala sesuatu diatur oleh orang tua, sekarang mereka harus belajar mandiri. Selain itu, rasa rindu kepada keluarga juga menjadi tantangan karena baru pertama kali berpisah,” katanya.

Ia pun meminta para orang tua untuk mengikhlaskan anak-anak mereka menempuh pendidikan di Pontianak serta terus memberikan dukungan selama proses belajar.

“Dorongan dan motivasi dari orang tua sangat penting. Komunikasi antara sekolah, orang tua, siswa, dan Dinas Pendidikan juga harus terus dijaga. Kalau ada kendala, kita segera koordinasikan agar bisa dicarikan solusi bersama. Selama tiga tahun ke depan kami akan membina anak-anak ini sebaik mungkin,” tambahnya.

Sementara itu, suasana haru terlihat dari para orang tua yang mengantar anak-anak mereka mengikuti pembekalan sebelum memulai pendidikan di sekolah yang baru.

Salah seorang orang tua siswa asal Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Evi, mengaku bersyukur putrinya terpilih sebagai penerima Beasiswa ADEM.

Ia mengaku sebelumnya tidak pernah membayangkan anaknya mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Pontianak dengan biaya yang ditanggung pemerintah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara program ini. Sebagai orang tua tentu saya sangat bangga. Anak saya dulu juara tiga di sekolah dan mengikuti seleksi Program ADEM. Awalnya kami hanya berharap dia bisa sekolah dekat rumah, tetapi ternyata lulus dan mendapat beasiswa. Ini benar-benar anugerah,” ujarnya.

Evi yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengatakan putrinya akan melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 9 Pontianak.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh putrinya untuk meraih prestasi dan menjadi kebanggaan keluarga maupun daerah asalnya.

“Semoga dia bisa belajar dengan baik, meraih prestasi, dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” harapnya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru di Singkawang Tanggapi Karhutla: Asap Gusur Ruang Belajar

    Guru di Singkawang Tanggapi Karhutla: Asap Gusur Ruang Belajar

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Saban kali musim kemarau mencapai puncaknya, lonceng sekolah di berbagai pelosok daerah tidak lagi berbunyi sebagai tanda mulai belajar, melainkan penanda kepasrahan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang membakar tak sekadar semak dan pepohonan, tetapi juga mengepulkan jelutong hitam yang merenggut hak paling mendasar anak-anak kita. Ketika Indeks Standar Pencemar […]

  • Disambut Ratusan Warga, Norsan Hadirkan Pelayanan Gratis di GMD Serimbu

    Disambut Ratusan Warga, Norsan Hadirkan Pelayanan Gratis di GMD Serimbu

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar LANDAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, disambut antusias masyarakat saat menghadiri kegiatan Gema Membangun Desa (GMD) di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Jumat (28/8/2026) malam. Kehadiran gubernur bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar menjadi wujud komitmen pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman dan daerah yang jauh dari pusat […]

  • SAMSAT PEDULI SALURKAN AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT KELURAHAN BANGKA BELITUNG LAUT

    SAMSAT PEDULI SALURKAN AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT KELURAHAN BANGKA BELITUNG LAUT

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar Pontianak, — Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dan komitmen untuk terus hadir memberikan manfaat di tengah masyarakat, Samsat Pontianak melalui kegiatan Samsat Peduli melaksanakan penyaluran air bersih bagi masyarakat di Kelurahan Bangka Belitung Laut dan wilayah sekitarnya, Kota Pontianak. Kegiatan yang dilaksanakan pada 22–24 September 2026 ini merupakan bentuk kepedulian Samsat terhadap masyarakat […]

  • Pleno berjalan lancar, Muhammad Farizi Pimpin Karang Taruna Kalbar

    Pleno berjalan lancar, Muhammad Farizi Pimpin Karang Taruna Kalbar

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Rapat pleno pemilihan Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat dalam rangkaian Temu Karya Daerah digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (12/7/2026). Dalam sidang pleno tersebut, Muhammad Farizi resmi ditetapkan sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat masa bakti 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan kondusif. Sidang pleno memutuskan […]

  • Olahraga Bersama Lansia, Ketua TP PKK Kalbar Tegaskan Pentingnya Kesehatan dan Kepedulian Sosial

    Olahraga Bersama Lansia, Ketua TP PKK Kalbar Tegaskan Pentingnya Kesehatan dan Kepedulian Sosial

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUBU RAYA – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan,menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan lanjut usia (lansia). Pesan tersebut disampaikan Erlina saat mengikuti olahraga bersama para lansia di Halaman UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia dan Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mulia Dharma Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu […]

  • ILUSTRASI

    Siswi MTs di Pontianak Gantung Diri, Kemenag Pontianak Bantah Isu Pembullyan di Sekolah

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR PONTIANAK- Duka mendalam menyelimuti keluarga dan lingkungan sekolah setelah seorang siswi berusia 13 tahun yang bersekolah di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Pontianak ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis, 22 Januari 2026, pagi. Kabar yang sempat beredar menyebutkan faktor utama siswi tersebut nekat mengakhiri […]

expand_less