Karhutla Kalbar: Bukan Sekadar Api, BPBD Ungkap Tantangan di Balik Layar Penanganan
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tidak hanya berpacu dengan api di lapangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat mengungkap berbagai tantangan tersembunyi yang kerap menghambat proses pemadaman, mulai dari faktor alam hingga keterbatasan sumber daya.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, menjelaskan kondisi alam menjadi kendala utama, terutama saat kebakaran terjadi di lahan gambut. Karakteristik tanah yang mudah terbakar hingga ke bawah permukaan membuat api sulit dipadamkan.
“Angin kencang mempercepat penyebaran api, sementara parit yang mengering menyebabkan keterbatasan sumber air saat pemadaman,” ujarnya.
Selain itu, persoalan teknis juga tak kalah krusial. Sejumlah peralatan yang digunakan dalam penanganan karhutla, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, disebut sudah berusia dan membutuhkan pembaruan.
“Kami membutuhkan dukungan anggaran untuk memperbarui peralatan. Ini menjadi salah satu tantangan yang kami hadapi,” katanya.
Keterbatasan juga terlihat dari jumlah personel di lapangan. Untuk menutupi kekurangan tersebut, BPBD Kalbar terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, melibatkan TNI, Polri, instansi terkait, organisasi non-pemerintah, hingga masyarakat.
Meski menghadapi berbagai kendala, BPBD memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat karhutla di Kalimantan Barat.
Terkait strategi penanganan, BPBD Kalbar masih mengandalkan operasi darat dan belum mengaktifkan pemadaman melalui udara atau waterbombing. Selain karena kondisi kebakaran dinilai masih terkendali, penggunaan operasi udara juga memerlukan biaya besar dan pertimbangan matang.
“Selama masih bisa ditangani dari darat, kami akan memaksimalkan sumber daya yang ada,” jelas Daniel.
Di sisi lain, BPBD Kalbar menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan karhutla. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar tanpa pengamanan, membuat sekat bakar, serta menghindari aktivitas pembakaran saat kondisi angin kencang.
Upaya bersama dinilai menjadi kunci utama dalam menekan risiko karhutla yang lebih luas.
“Mari kita jaga bersama agar langit Kalimantan Barat tetap biru,” tutupnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar