Gubernur Ria Norsan Resmikan Gedung Rawat Inap RSUD Soedarso, Kapasitas Bertambah 123 Tempat Tidur
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YoKalbar – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meresmikan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) RSUD Dokter Soedarso, Rabu (28/1/2026). Peresmian gedung baru tersebut menandai bertambahnya kapasitas pelayanan rumah sakit rujukan utama di Kalbar dengan total 123 tempat tidur.
Norsan mengatakan pembangunan Gedung KRIS merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional di bidang kesehatan sekaligus menjawab tingginya kebutuhan ruang rawat inap di RSUD Dokter Soedarso.
“Pembangunan gedung KRIS ini merupakan bagian dari kebijakan nasional. Kita bangun karena memang masih memerlukan tempat atau ruangan untuk menampung pasien, karena setiap hari RSUD Soedarso ini penuh pasien yang antre untuk berobat,” kata Norsan.
Ia menjelaskan, selama ini keluhan yang kerap disampaikan masyarakat adalah keterbatasan kamar rawat inap. Dengan tambahan 123 tempat tidur, diharapkan persoalan tersebut dapat teratasi dan pasien tidak lagi tertunda mendapatkan perawatan.
“Umumnya pasien mengatakan kamarnya habis atau penuh. Dengan adanya 123 tempat tidur ini, mudah-mudahan pasien bisa dirawat dan antrean bisa berkurang,” tambahnya.
Norsan menegaskan, peresmian gedung baru ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang bermutu, berkeadilan, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Selain Gedung KRIS, Pemprov Kalbar juga meresmikan Unit Layanan Stroke RSUD Dokter Soedarso. Norsan mengungkapkan, pada tahun 2024 tercatat lebih dari 1.600 pasien stroke ditangani rumah sakit tersebut. Menurutnya, stroke menjadi salah satu penyakit mematikan yang membutuhkan penanganan cepat dan layanan khusus.
“Stroke ini termasuk penyakit yang mematikan. Dengan adanya unit layanan stroke ini, mudah-mudahan penanganan pasien bisa semakin optimal,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dari sikap dan profesionalisme tenaga medis.
“Kalau kita melayani masyarakat dengan senyum dan keramahan, itu sudah 50 persen dari obat. Pelayanan yang baik, ikhlas, dan ramah akan membuat pasien merasa lebih nyaman,” katanya.
Ia berharap, dengan bertambahnya fasilitas dan peningkatan kualitas pelayanan, RSUD Dokter Soedarso semakin mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Kalbar. Pemerintah provinsi juga membuka peluang pengembangan dan renovasi fasilitas lainnya seiring dengan membaiknya kondisi keuangan daerah.
“Kualitas rumah sakit kita sebenarnya sudah bagus, hanya ada beberapa alat yang belum kita miliki. Tapi secara umum sudah cukup untuk melayani masyarakat Kalbar,” tutup Norsan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar