BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Kadis Arfani Dorong RPH Smart Service, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Pengguna Rumah Potong Hewan

Kadis Arfani Dorong RPH Smart Service, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Pengguna Rumah Potong Hewan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan menghadirkan inovasi digitalisasi pelayanan Rumah Potong Hewan (RPH) melalui aplikasi RPH Smart Service. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan tata kelola pelayanan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Arfani mengatakan pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Provinsi Kalimantan Barat yang disinkronisasikan dengan kebutuhan peningkatan layanan RPH.

Arfani memimpin langsung pertemuan bersama pihak-pihak yang terlibat, mulai dari Bank Pembangunan Daerah Bank Kalbar yang dihadiri oleh Wakil Kepala Cabang, perwakilan peternak atau pengusaha daging di Kota Singkawang hingga unsur media. Bahkan unsur perguruan tinggi di Kota Singkawang juga diundang untuk memberikan sumbang saran terkait program ini.

Menurutnya, selama ini pengelolaan RPH masih dilakukan secara sederhana dan manual. Melalui inovasi RPH Smart Service, sistem pelayanan akan ditransformasikan menjadi lebih modern, digital, dan berbasis teknologi.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama inovasi tersebut adalah meningkatkan PAD yang bersumber dari aktivitas pelayanan RPH. Pasalnya, selama ini realisasi pendapatan dari sektor tersebut belum mampu memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah kota bersama DPRD, yakni sebesar Rp400 juta.

Kondisi ini mendorong pihaknya untuk mencari strategi dan metode baru guna mengoptimalkan potensi pendapatan dari pelayanan RPH.

“Kami berharap melalui RPH Smart Service ini dapat meningkatkan pendapatan. Selain itu, kami juga ingin semakin banyak peternak, pemotong, maupun pedagang hewan, baik sapi maupun babi, yang melakukan pemotongan di RPH,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan RPH tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjamin kesehatan dan keamanan pangan masyarakat.

Melalui pemotongan hewan di RPH, kesehatan dan keamanan hewan yang akan dikonsumsi dapat lebih terjamin. Dengan demikian, daging yang beredar di masyarakat diharapkan memenuhi aspek kesehatan, keamanan, higienitas, serta kehalalan.

Menurutnya, edukasi kepada para peternak, pemotong, pedagang, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Terlebih, produk daging beku yang berasal dari luar daerah menjadi salah satu tantangan tersendiri, terutama terkait jaminan keamanan, kesegaran, dan kehalalannya.

Sementara itu, aplikasi RPH Smart Service nantinya dapat digunakan oleh pemotong, pengguna layanan, maupun pengelola RPH. Melalui aplikasi ini, pemohon atau pemotong ternak dapat melakukan pendaftaran sebelum datang ke RPH sekaligus mengetahui jadwal dan giliran pemotongan hewan ternaknya.

Dengan sistem digital tersebut, proses pelayanan diharapkan menjadi lebih sederhana, mudah, aman, responsif, dan terukur. Data mulai dari pendaftaran, pembayaran hingga evaluasi pelayanan juga dapat terdokumentasi dan ditelusuri dengan lebih baik.

Terkait penerapannya, pihaknya merencanakan peluncuran sekaligus pengaplikasian RPH Smart Service pada pertengahan hingga minggu ketiga November. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara serentak bersama sejumlah peserta PKN Tingkat II dari perangkat daerah lainnya, dengan mengundang Wali Kota Singkawang.

Melalui inovasi ini, Pemerintah Kota Singkawang berharap digitalisasi pelayanan RPH tidak hanya meningkatkan efektivitas dan transparansi pengelolaan, tetapi juga mendorong peningkatan PAD serta memberikan jaminan pangan asal hewan yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat.

Arfani juga memastikan terkait keluhan pengguna RPH yakni kendaraan roda tiga akan segera diperbaiki agar pengusaha yang menggunakan RPH Singkawang dapat mudah mengangkut daging potong.

Dukungan Peternak

Salah satu peserta sosialisasi, Hamidi mengakui selama ini menggunakan layanan RPH dalam menyembelih sapi sebelum diedarkan ke konsumen. Dirinya mengaku siap apabila RPH menggunakan layanan keuangan digital untuk mempermudah layanan.

Salah satu kendala yang dialami selama ini terkait fasilitas RPH menurutnya adalah kendaraan roda tiga untuk mengangkut hewan potong, dimana milik RPH yang kondisinya sudah cukup memprihatinkan.

“Pelayanan pada dasarnya bagus, memang cuman fasilitasnya misalnya tossa udah memang harus diperbaiki atau diganti,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DWP Kalbar Canangkan Program Sejuta Vaksin HPV, Perkuat Edukasi Kesehatan Perempuan

    DWP Kalbar Canangkan Program Sejuta Vaksin HPV, Perkuat Edukasi Kesehatan Perempuan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Seminar bertajuk “Perempuan Sehat, Berdaya dan Berwawasan Kebangsaan” yang dirangkaikan dengan pencanangan Program Sejuta Vaksin HPV untuk Kalimantan Barat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, akan pentingnya menjaga kesehatan […]

  • Susun Raperda Barang Milik Daerah, Pemkot Singkawan Gelar Public Hearing

    Susun Raperda Barang Milik Daerah, Pemkot Singkawan Gelar Public Hearing

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar Singkawang – Pemkot Singkawang melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menggelar Public Hearing Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan BMD di Ruang Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Jumat (25/9/2026). Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan aset daerah merupakan kekayaan yang harus dikelola secara tertib, transparan, akuntabel, efektif dan efisien. Mulai […]

  • BPBD Kalbar Siaga 24 Jam Hadapi Ancaman Bencana Cuaca Ekstrem

    BPBD Kalbar Siaga 24 Jam Hadapi Ancaman Bencana Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat menegaskan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan bahwa tidak ada toleransi terhadap kelengahan dalam penanganan bencana, mengingat kejadian bencana tidak dapat diprediksi secara pasti. “Tidak ada istilah tidak […]

  • Keterbatasan Air dan Medan Sulit Hambat Pemadaman Karhutla di Kalbar

    Keterbatasan Air dan Medan Sulit Hambat Pemadaman Karhutla di Kalbar

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR- Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tidak hanya menghadapi keterbatasan sarana, tetapi juga kompleksitas medan dan karakteristik api yang sulit dikendalikan, terutama di lahan gambut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar menyoroti bahwa tantangan terbesar di lapangan justru terletak pada akses air dan teknik pemadaman yang tepat. Di banyak […]

  • Kapolda Kalbar Cek Langsung Krisis Air Bersih di Pontianak, Warga Antre Bawa Galon

    Kapolda Kalbar Cek Langsung Krisis Air Bersih di Pontianak, Warga Antre Bawa Galon

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar PONTIANAK – Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar mengapresiasi gerakan masyarakat dan berbagai pihak yang turun langsung membantu warga mendapatkan air bersih di tengah krisis air bersih yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kalbar, khususnya Kota Pontianak. Apresiasi itu disampaikan Alberd saat meninjau langsung kegiatan pembagian air bersih di Pemadam […]

  • BPBD Kalbar Perkuat Pengawasan Karhutla, 301 Titik Panas Terpantau Saat Musim Kemarau

    BPBD Kalbar Perkuat Pengawasan Karhutla, 301 Titik Panas Terpantau Saat Musim Kemarau

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan meningkatkan patroli, pemantauan, serta koordinasi lintas sektor menyusul meningkatnya jumlah titik panas selama musim kemarau. Data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio pada pengamatan 18 Juli 2026 mencatat terdapat 301 titik panas yang tersebar di […]

expand_less