Perketat Pengawasan Orang Asing di Batas Indonesia-Malaysia, Imigrasi Singkawang Bentuk Forum SIGAP BATAS Hingga Gelar Operasi Gabungan
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR, BENGKAYANG – Imigrasi Kelas I TPI Singkawang membentuk Forum Sinergi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Sepanjang Perbatasan di Kalimantan Barat alias SIGAP BATAS.
Forum SIGAP BATAS ini jadi upaya bagi Imigrasi Singkawang untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan pengawasan orang asing di wilayah perbatasan, terutama di wilayah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (22/10).
Plt. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Singkawang, Dadang Munandar menerangkan, Pembentukan forum tersebut diharapkan menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk mengidentifikasi dan menangani berbagai persoalan keimigrasian di wilayah perbatasan secara lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.
“Kami membentuk Forum SIGAP BATAS untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan pengawasan orang asing,” jelas Dadang Munandar kepada wartawan, Kamis (22/10).
Berbagai persoalan di wilayah perbatasan, lanjut Dadang, perlu ditangani melalui sinergi antar Instansi. Oleh sebab itu Forum SIGAP BATAS dibutuhkan agar komunikasi dan koordinasi lebih efektif sehingga penanganan permasalahan dapat dilakukan secara konsisten.
Selain pembentukan Forum SIGAP BATAS, jajaran Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) juga menggelar operasi gabungan (OpsGab) serta melakukan pengecekan di titik nol perbatasan Indonesia – Malaysia.
Dadang Munandar menjelaskan, OpsGab dan pengecekan titik nol tersebut dilakukan untuk memperketat pengawasan terhadap warga negara asing yang masuk ke wilayah Indonesia.
“Pemantauan titik nol ini penting sebagai upaya kita memperketat pengawasan dan kita juga mendata titik-titik (jalur) tidak resmi untuk memperjelas pengawasan kedepannya,” terang Dadang Munandar, Kamis (22/10).
Selain OpsGab, Timpora juga menjaring saran dan masukan dari tokoh-tokoh warga sekitar dan stakeholder terkait lewat Rapat Koordinasi Pengawasan Orang asing di aula PLBN Jagoi Babang.
Saran dan masukan ini, kata Dadang, bakal jadi bahan evaluasi bagi TIMPORA dalam menjalankan tugas dan fungsi TIMPORA khususnya pengawasan orang asing yang berada di wilayah Indonesia.
Di tempat yang sama, Kepala / Administrator Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Misdo Jerry br Purba mendukung langkah efektif yang dilakukan pihak Imigrasi Kelas I TPI Singkawang.
Misdo menyebut, sosialisasi yang intens juga dibutuhkan untuk mengedukasi warga Indonesia yang hendak bekerja ke luar negeri dengan dokumen yang lengkap.
“Ini adalah sinergi yang baik kita bersama Imigrasi dan instansi terkait, sosialisasi intens perlu agar warga-warga Indonesia yang hendak bekerja diluar negeri itu memiliki dokumen yang lengkap,” terangnya. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar