Pendampingan Psikologis Diperkuat, Pemkab Kubu Raya Evaluasi Sistem Pengawasan Sekolah
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Geger Suara Ledakan di SMPN 3 Kubu Raya, Aktivitas Sekolah Langsung Dihentikan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR -Insiden pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pada 4 Februari. Langkah cepat dilakukan dengan memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar serta keluarga.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Firdaus, memastikan proses pendalaman terhadap anak yang terlibat telah dilakukan.
“Kami sudah menelusuri akar masalah anak yang terlibat. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemantauan. Secara aktivitas sebenarnya sudah normal, namun tetap perlu pendampingan lebih lanjut,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Firdaus, di Sungai Raya.
Ia mengatakan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki sistem pengawasan terhadap anak usia remaja, baik di sekolah maupun di rumah.
Menurut dia, hasil pendalaman sementara menunjukkan adanya faktor tekanan psikologis akibat kondisi keluarga.
“Peran orang tua sangat penting. Lingkungan keluarga harus menjadi perhatian utama. Anak seusia ini seharusnya tidak menanggung beban persoalan keluarga yang berat,” tuturnya.
Pendampingan akan dilakukan bersama sekolah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan kepolisian. Bhabinkamtibmas juga dijadwalkan rutin memberikan edukasi pencegahan kenakalan remaja.
“Kami mengimbau orang tua memperhatikan kegiatan anak di rumah, mengarahkan mereka pada aktivitas positif sesuai minat dan cita-cita mereka,” katanya.
“Prinsipnya ultimum remedium. Kita selesaikan akar masalah dulu dan fokus pembinaan karena anak ini masih di bawah umur,” ujarnya.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi.
“Saya sudah monitor dan sangat menyayangkan aksi ini. Walaupun tidak ada kerusakan, tindakan tersebut tetap tidak bisa ditoleransi karena menimbulkan ketidaknyamanan,” kata dia, dalam keterangan tertulis.
Plt Kadisdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menambahkan bahwa penguatan pendidikan karakter dan pengawasan digital menjadi fokus penting ke depan. Ia mendorong seluruh satuan pendidikan di Kalbar meningkatkan komunikasi dengan orang tua serta memperluas kegiatan ekstrakurikuler sebagai ruang ekspresi positif bagi siswa.
Insiden ini menyebabkan satu korban yang telah mendapatkan penanganan medis dan dipulangkan. Pemerintah berharap penguatan kolaborasi dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar