BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Gubernur Kalbar Kalbar Antisipasi Dini Pengendalian Inflasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Gubernur Kalbar Kalbar Antisipasi Dini Pengendalian Inflasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, menegaskan bahwa pengendalian inflasi pada semester II Tahun 2026 harus berorientasi pada langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan ketersediaan pasokan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Komitmen tersebut disampaikan saat memimpin High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Semester II Tahun 2026 di Aula Kriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (22/7/2026).

Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Kapolda Kalimantan Barat, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pimpinan instansi vertikal, perwakilan badan usaha, Manager PT Pertamina Patra Niaga, Perum Bulog, Badan Gizi Nasional, serta seluruh pemangku kepentingan terkait sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Gubernur Ria Norsan mengingatkan seluruh pihak agar tidak cepat berpuas diri meskipun kondisi inflasi Kalimantan Barat masih berada dalam kategori terkendali.

“Berdasarkan data, inflasi year-on-year Kalimantan Barat tercatat sebesar 2,24 persen, sementara target inflasi nasional tahun 2026 berada pada kisaran 2,5 persen ±1 persen. Angka ini tentu patut kita syukuri, tetapi memasuki semester kedua, kita harus bekerja lebih antisipatif dan tidak lengah,” ujar Ria Norsan.

Menurutnya, fokus pengendalian inflasi tidak hanya bertumpu pada pencapaian angka statistik, tetapi harus mampu menjamin tiga aspek utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat, yakni ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, dan kelancaran pasokan.

Gubernur juga mengingatkan bahwa kondisi inflasi di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Berdasarkan data, inflasi tertinggi di Kalimantan Barat saat ini terjadi di Kabupaten Sintang sebesar 3,71 persen, disusul Kota Singkawang sebesar 2,13 persen.

“Karena itu, penanganan inflasi tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama di setiap daerah. Diperlukan koordinasi yang erat serta penguatan kerja sama antardaerah yang disesuaikan dengan karakteristik dan tantangan masing-masing wilayah,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur meminta seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk terus memperkuat implementasi strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif.

Ia juga mengingatkan sejumlah potensi risiko yang perlu diantisipasi sejak dini pada semester kedua tahun 2026, mulai dari kendala logistik dan infrastruktur transportasi, fluktuasi harga komoditas pangan penyumbang inflasi seperti cabai dan bawang merah, potensi gangguan distribusi akibat faktor cuaca, hingga dampak perubahan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas terhadap stabilitas harga barang.

Untuk itu, Gubernur meminta dukungan penuh dari Perum Bulog, PT Pertamina Patra Niaga, serta seluruh instansi terkait agar terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas strategis, terutama beras, cabai, dan bawang merah.

“Jangan menunggu harga naik baru kita bertindak, dan jangan menunggu pasokan langka baru kita mencari solusi. Sedia payung sebelum hujan, jangan sudah hujan baru mencari payung,” pesannya.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi hanya dapat dicapai melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

“Saya berharap sinergi antara pemerintah daerah, badan usaha, distributor, dan masyarakat terus diperkuat agar perekonomian Kalimantan Barat tetap stabil serta kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Saichudin, memaparkan sejumlah komoditas yang secara berulang menjadi penyumbang inflasi selama enam bulan terakhir, yakni periode Januari hingga Juni 2026.

“Berdasarkan hasil pemantauan kami, minyak goreng dan ikan tongkol mengalami inflasi sebanyak empat kali dalam enam bulan terakhir. Sementara itu, ikan kembung dan ikan baung bahkan mengalami inflasi hingga lima kali dalam periode yang sama,” ungkapnya.

Selain itu, komoditas strategis seperti beras, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, hingga daging sapi juga masih menjadi komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga.

Khusus komoditas beras, BPS mencatat Kota Pontianak mengalami inflasi harga beras secara berturut-turut selama empat bulan terakhir. Kondisi serupa juga mulai terlihat di beberapa daerah lain seiring pergeseran musim panen.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan pelaksanaan pembelajaran tidak dapat disamaratakan untuk seluruh wilayah

    Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) atau pembelajaran daring tersebut diberlakukan pada 24 hingga 28 Agustus 2026

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat kembali menerapkan pembelajaran dari rumah bagi siswa SMA, SMK, dan SLB. Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) atau pembelajaran daring tersebut diberlakukan pada 24 hingga 28 Agustus 2026. Ketentuan ini berlaku bagi satuan […]

  • rups bank kalbar

    RUPS Bank Kalbar Calonkan Edy Kusnadi Sebagai Dirut Gantikan Rokidi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR -PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, Rabu (11/2). Sejumlah keputusan strategis dihasilkan dalam kegiatan yang digelar di Aula Bank Kalbar, Jalan Rahadi Osman No 10 Pontianak. Salah satunya menyetujui pengunduran diri Rokidi selaku direktur utama “Menyetujui Pengunduran Diri Saudara Rokidi dari jabatan […]

  • Gubernur Norsan Salurkan Ribuan Masker dan Bantuan Medis untuk Pemadam Karhutla

    Gubernur Norsan Salurkan Ribuan Masker dan Bantuan Medis untuk Pemadam Karhutla

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyalurkan bantuan 8.000 masker untuk petugas pemadam kebakaran yang berada di lapangan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Selasa (1/9/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu melindungi petugas yang bekerja di tengah paparan asap selama proses pemadaman karhutla. Selain masker, bantuan untuk petugas juga berupa […]

  • Norsan Komitmen Bantu Pemkab Melawi Tingkatkan IPM

    Norsan Komitmen Bantu Pemkab Melawi Tingkatkan IPM

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR MELAWI – Ria Norsan mengikuti Buka Puasa Bersama Pemerintah Kabupaten Melawi. Kegiatan digelar di Pendopo Melawi Nanga Pinoh pada Senin, (23/2/2026) Melawi merupakan daerah ketiga pada agenda Safari Ramadan 1447 H. Sebelumnya Gubernur Norsan dan rombongan menyapa masyarakat Putussibau dan Kabupaten Sintang. Kinerja kita tercapat target semua yang diinginkan. Ada capaian target yakni […]

  • Gubernur Kalbar Ria Norsan Perkuat Olahraga Inklusif melalui Kepengurusan SOIna 2025-2029

    Gubernur Kalbar Ria Norsan Perkuat Olahraga Inklusif melalui Kepengurusan SOIna 2025-2029

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam memperluas pembangunan olahraga yang inklusif dengan mendukung penuh pengukuhan Pengurus Provinsi Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Barat masa bakti 2025–2029 di bawah kepemimpinan Stephani Yane, yang digelar di Pendopo Gubernur, Selasa pagi (20/1/2026). Pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I Pengurus Pusat SOIna, Novia, berdasarkan […]

  • Warga Sungai Rengas Minta Air Bersih, Gubernur Norsan Respon Cepat Kirim Bantuan

    Warga Sungai Rengas Minta Air Bersih, Gubernur Norsan Respon Cepat Kirim Bantuan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR KUBU RAYA — Keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan air bersih di Desa Rengas Kapuas, Kabupaten Kubu Raya, mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, Pemprov Kalbar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan bantuan 8.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Rengas Kapuas, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Bantuan itu […]

expand_less