BPBD Kalbar Kerahkan Lima Tim Padamkan Karhutla di Rasau Jaya, Prioritaskan Titik Api Dekat Permukiman
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUBU RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mengerahkan lima tim pemadaman untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Langkah cepat tersebut dilakukan setelah BPBD Kalbar menerima laporan dari BPBD Kabupaten Kubu Raya terkait terjadinya kebakaran di lokasi tersebut.
Danru (Komandan Regu) Erfandi, mengatakan seluruh personel langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan yang lebih luas.
“Informasi awal kami terima dari BPBD Kabupaten Kubu Raya. Setelah menerima laporan tersebut, kami segera mengerahkan lima tim untuk melakukan operasi pemadaman di wilayah Rasau Jaya,” ujar Erfandi.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan operasi, tim memprioritaskan pemadaman pada titik api yang paling aktif, terutama yang berada di sekitar kawasan permukiman warga. Sejumlah masyarakat juga meminta agar pemadaman difokuskan pada area lahan di bagian ujung karena dikhawatirkan api terus merambat.
“Kami mengutamakan titik yang apinya masih aktif terlebih dahulu. Setelah kondisi di lokasi tersebut terkendali, pemadaman dilanjutkan ke area lainnya agar seluruh kawasan dapat diamankan,” jelas Erfandi.
Menurut Erfandi, kondisi cuaca yang masih didominasi musim kemarau menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Minimnya curah hujan membuat lahan gambut mudah mengering sehingga berpotensi memunculkan kebakaran di berbagai lokasi.
Meski demikian, ia menilai kondisi karhutla di Kabupaten Kubu Raya pada tahun ini masih relatif lebih terkendali dibandingkan musim kemarau sebelumnya. Titik kebakaran yang terjadi sejauh ini masih terkonsentrasi di beberapa wilayah, seperti Sungai Ambawang, Kubu, Rasau Jaya, serta Punggur Kecil dan Punggur Besar.
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar setiap kejadian kebakaran dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan mengancam masyarakat maupun lingkungan sekitar,” katanya.
Erfandi juga mengajak seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah desa, hingga masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam upaya penanggulangan karhutla.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Dengan sinergi yang baik, proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan potensi kebakaran yang lebih besar dapat dicegah,” pungkasnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar