SMA 2 Belitang Hulu Dipastikan Dapat Revitalisasi Tahap Pertama 2026, Kemendikdasmen Sudah Lakukan Verifikasi
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR- Kabar baik datang bagi SMA Negeri 2 Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau. Sekolah yang sempat menjadi perhatian publik akibat kondisi bangunannya itu dipastikan masuk dalam daftar penerima program revitalisasi tahap pertama tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, Kamis (23/4/2026).
Menurut Faisal, usulan revitalisasi SMA 2 Belitang Hulu sebenarnya telah diajukan sejak awal tahun oleh Disdikbud Kalbar. Namun, setelah kondisi sekolah menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan di media sosial, pihaknya kembali berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat proses tindak lanjut.
“Kami sudah mengusulkan sekolah ini sejak awal tahun. Setelah pemberitaan viral, kami juga langsung berkomunikasi dengan Dirjen PAUD Kemendikdasmen untuk menyampaikan kondisi riil sekolah yang memang membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.
Respons dari kementerian pun disebut cukup cepat. Tim Kemendikdasmen telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan sebagai bagian dari tahapan penetapan penerima bantuan revitalisasi.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga dijadwalkan mengikuti pra-bimbingan teknis (pra-bimtek) di Jakarta pada pekan depan. Kepala sekolah, bendahara, dan perencana sekolah akan hadir untuk mempersiapkan proses administrasi program.
“Kalau sudah diundang pra-bimtek, artinya sekolah tersebut telah masuk dalam daftar penerima program revitalisasi tahap pertama tahun 2026,” jelas Faisal.
Ia mengatakan pengumuman resmi penerima bantuan tahap pertama akan dilakukan pada periode Mei hingga Juni 2026. SMA 2 Belitang Hulu menjadi salah satu sekolah yang telah dipastikan menerima program tersebut.
Proses pembangunan dijadwalkan mulai berjalan pada Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun. Skema pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola, sehingga sekolah memiliki kewenangan untuk menunjuk pelaksana kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Peran dinas lebih kepada memastikan sekolah memperoleh program ini serta membantu kelengkapan administrasinya. Pelaksanaan pembangunan nantinya dilakukan secara swakelola oleh sekolah,” katanya.
Selain SMA 2 Belitang Hulu, beberapa sekolah lain di Kalimantan Barat juga masuk dalam program revitalisasi tahun ini. Di antaranya Sekolah Luar Biasa (SLB) Sintang, SLB Parindu, serta SMA Negeri 1 Toho yang sebelumnya mengalami musibah kebakaran.
Meski demikian, tahapan administrasi masing-masing sekolah berbeda. Saat ini, baru dua SLB yang telah mengikuti proses pra-bimtek, sedangkan sekolah lainnya akan dijadwalkan secara bertahap oleh kementerian.
Selama pekerjaan revitalisasi berlangsung, Disdikbud Kalbar memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Sekolah dapat menyesuaikan pola pembelajaran sesuai kondisi yang ada, baik melalui sistem daring maupun pengaturan jadwal belajar bergantian.
“Yang terpenting adalah proses pendidikan tetap berlangsung. Mekanismenya akan disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing selama pembangunan berjalan,” pungkas Faisal.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar