BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Kalbar Kini Punya “Alarm Tsunami” Real-Time, Peringatan Bisa Tiba dalam Hitungan Menit

Kalbar Kini Punya “Alarm Tsunami” Real-Time, Peringatan Bisa Tiba dalam Hitungan Menit

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Caption: Pemasangan perangkat Warning Receiver System InaTEWS di Pusdalops BPBD Kalbar

YOKALBAR– Sistem peringatan dini bencana di Kalimantan Barat kini semakin diperkuat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) resmi dilengkapi perangkat Warning Receiver System InaTEWS, yang berfungsi sebagai “alarm” tsunami berbasis data real-time.

Perangkat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ini telah terpasang sejak Sabtu, 28 Februari 2026, sebagai bagian dari penguatan sistem peringatan dini di daerah.

Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan kehadiran sistem ini akan mempercepat alur informasi saat terjadi gempa berpotensi tsunami.

“Ini merupakan Warning Receiver System InaTEWS dari BMKG yang sudah terpasang di Pusdalops BPBD Kalbar,” ujarnya, 1 Maret 2026.

Indonesia Tsunami Early Warning System sendiri merupakan sistem yang dirancang untuk mendeteksi gempa bumi dan potensi tsunami, sekaligus menyebarkan peringatan secara cepat kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

Melalui perangkat ini, sinyal peringatan dari BMKG akan langsung diterima di Pusdalops, lalu diteruskan melalui berbagai kanal seperti sirine, pesan singkat (SMS), hingga media sosial.

Kecepatan menjadi kunci utama. Dalam kondisi tertentu, peringatan tsunami bahkan bisa diterima hanya dalam waktu dua hingga lima menit setelah gempa terjadi.

Untuk gempa dangkal di laut dekat pantai, peringatan bisa muncul dalam dua hingga tiga menit. Sementara gempa di laut dalam membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit. Jika sumber gempa berada jauh di laut, waktu respons bisa mencapai 10 hingga 30 menit.

Meski begitu, Daniel menegaskan bahwa waktu tersebut sangat bergantung pada karakteristik gempa dan perlu penjelasan teknis lebih lanjut dari BMKG sebagai otoritas utama.

Ia juga mengingatkan bahwa sistem peringatan tsunami tidak bisa disamakan dengan informasi lain yang memiliki jeda waktu panjang.

“Kalau penetapan hari besar bisa diumumkan sebelumnya, peringatan tsunami harus disampaikan secepat mungkin karena waktu penyelamatan sangat terbatas,” jelasnya.

Dengan terpasangnya sistem ini, BPBD Kalbar berharap respons terhadap potensi bencana bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi, sehingga risiko korban dapat ditekan semaksimal mungkin.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temu Karya Karang Taruna Kalbar Digelar Besok, Proses Pemilihan Ketua Baru Mulai Bergulir

    Temu Karya Karang Taruna Kalbar Digelar Besok, Proses Pemilihan Ketua Baru Mulai Bergulir

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK– Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat bersiap menggelar Temu Karya Daerah (TKD) pada Minggu, 12 Juli 2026, di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat. Forum tersebut akan menjadi ajang pemilihan Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat sekaligus menandai berakhirnya masa kepengurusan caretaker. Menjelang pelaksanaan TKD, panitia resmi membuka tahapan pendaftaran bakal calon ketua sebagai bagian dari mekanisme […]

  • Lonjakan Titik Panas Awal 2026, BPBD Kalbar Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

    Lonjakan Titik Panas Awal 2026, BPBD Kalbar Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Lonjakan jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat pada awal 2026 menjadi alarm dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tercatat sebanyak 1.575 hotspot tersebar di 14 kabupaten/kota sepanjang periode 1–30 Januari 2026. Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, […]

  • CSR Mitra Pembangunan, Norsan Dorong Perusahaan Fokus Tingkatkan IPM dan Infrastruktur Kalbar

    CSR Mitra Pembangunan, Norsan Dorong Perusahaan Fokus Tingkatkan IPM dan Infrastruktur Kalbar

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR Jakarta – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalbar untuk mengarahkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSBLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) pada sektor-sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Norsan usai menghadiri peluncuran Forum TSBLP/CSR yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/7/2026) malam. […]

  • Karhutla di Rasau Jaya Kubu Raya Masuk Hari Ketiga, BPBD Kalbar Fokus Cegah Api Merambat ke Permukiman

    Karhutla di Rasau Jaya Kubu Raya Masuk Hari Ketiga, BPBD Kalbar Fokus Cegah Api Merambat ke Permukiman

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Karhutla di Rasau Jaya Kubu Raya Masuk Hari Ketiga, BPBD Kalbar Fokus Cegah Api Merambat ke Permukiman KUBU RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya. Selain melakukan pemadaman, petugas juga membangun sekat pemadaman (fire blocking) untuk mencegah api meluas […]

  • Ruangan Dryer PT Hoktong Siantan Pontianak Terbakar

    Ruangan Dryer PT Hoktong Siantan Pontianak Terbakar

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      yokalbar PONTIANAK-– Kebakaran melanda kawasan industri di Kota Pontianak. Satu ruangan mesin pengering (dryer) milik PT Hoktong yang berlokasi di Jalan Gusti Situt Mahmud, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, terbakar pada Selasa (27/1/2026) pagi. Kapolsek Pontianak Utara, Kompol I Made Aris Candra Putra, membenarkan peristiwa tersebut. Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.50 WIB dan […]

  • Usai Konsumsi Sabu di Beting, Dua Residivis Kasus Pencurian Ditangkap Polisi

    Usai Konsumsi Sabu di Beting, Dua Residivis Kasus Pencurian Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR PONTIANAK- Tim Spartan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pontianak Barat berhasil menangkap dua residivis kasus pencurian berinisial SA (45) dan SR (52) di penyebeeangan pasar kapuas -kampung dalam (Beting) Pontianak. Penangkapan terhadap kedua pelaku, yakni kurang dari 24 jam setelah laporan dibuat oleh korban. “Dari hasil pemeriksaan, diketahui uang hasil pencurian tersebut digunakan […]

expand_less