BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kriminal » Seorang Siswi SMP di Pontianak Hamil 8 Bulan di-Rudakpaksa, Terduga Pelaku Masih Bebas

Seorang Siswi SMP di Pontianak Hamil 8 Bulan di-Rudakpaksa, Terduga Pelaku Masih Bebas

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

YOKALBAR PONTIANAK – Penanganan kasus dugaan rudapaksa dengan korban seorang siswi SMP Kota Pontianak perempuan berusia 15 tahun di Polda Kalimantan Barat menuai kecaman keras dari pihak keluarga.

Kasus yang dilaporkan sejak 24 November 2025, namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan, bahkan terduga pelaku masih bebas berkeliaran.

Ayah korban menyebut proses hukum yang berjalan terkesan lamban dan tidak menunjukkan kemajuan berarti, sementara kondisi korban justru semakin memprihatinkan.

“Laporan sudah kami buat sejak 24 November 2025, tapi sampai sekarang belum ada titik terang. Kasus ini seperti jalan di tempat,” ujar ayah kepada awak media, Minggu (18/1/2026).

Ia mengungkapkan, saat ini anaknya telah mengandung delapan bulan, namun dua terduga pelaku justru masih bebas beraktivitas.

“Dua minggu lalu kami dapat informasi pelaku sempat diperiksa, tapi setelah itu dilepas tanpa penahanan. Anak saya hamil besar, sampai kapan kami harus menunggu keadilan?” tegasnya.

Ayah korban menjelaskan, terduga pelaku berinisial P, yang merupakan kakek korban, hanya diwajibkan lapor rutin dengan alasan kondisi kesehatan. Sementara terduga pelaku lainnya, R yang merupakan paman korban, belum dilakukan penindakan dengan alasan keterbatasan komunikasi karena tunarungu dan masih menunggu ahli bahasa.

“Kakeknya hanya wajib lapor karena alasan sakit-sakitan. Sedangkan pamannya belum diproses dengan alasan harus ada ahli bahasa. Kami menilai ini tidak adil,” katanya.

Karena tak kunjung ada kepastian hukum, pihak keluarga akan mencabut laporan di Polda Kalbar dan melaporkan ulang kasus tersebut ke Polresta Pontianak agar mendapat kejelasan.

“Kalau tetap seperti ini, kami akan cabut laporan dan buat laporan baru di Polresta Pontianak. Kami hanya ingin hukum ditegakkan,” tegasnya.

Nada kekecewaan serupa disampaikan nenek korban. Ia melihat fakta bahwa kedua terduga pelaku masih bebas dan beraktivitas normal.

“Katanya sakit, tapi masih bekerja. Yang satu juga masih kerja seperti biasa. Kalau memang bersalah, kenapa tidak ditahan?” ucap sang Nenek.

Nenek korban juga mempertanyakan informasi yang diterima keluarga bahwa penahanan pelaku akan dilakukan setelah korban melahirkan untuk keperluan tes DNA.

“Tes DNA itu hanya untuk mengetahui ayah biologisnya, bukan untuk membuktikan rudapaksa. Ini tidak adil bagi cucu saya,” tegasnya.

Ia berharap kasus ini tidak berakhir tanpa kejelasan hanya karena kondisi ekonomi keluarga korban.

“Jangan sampai hukum tumpul karena kami orang tidak punya. Cucu saya hamil tua akibat perbuatan mereka, dan kami hanya menuntut keadilan,” pungkasnya.

Kasus Mencuat Lewat Akun Media Sosial yang Dibuat Korban

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah sebuah unggahan di akun Instagram @Kucing2000389 viral dan mengejutkan publik, khususnya di Kota Pontianak. Dalam unggahan tersebut, korban mengaku menjadi korban persetubuhan oleh kakeknya berinisial P sejak Juli 2025, disertai ancaman dan pemberian uang Rp100 ribu sebagai upaya membungkam korban.

Tak hanya itu, korban juga mengaku mengalami perbuatan serupa oleh pamannya berinisial R pada pertengahan Agustus 2025, bahkan hingga empat kali, yang membuat korban mengalami trauma berat dan kini harus menjalani kehamilan di usia belia.

Korban juga menyebut telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Kalbar, namun hingga kini belum ada perkembangan berarti dan para terduga pelaku masih bebas berkeliaran.

Berdasarkan penelusuran, laporan kasus ini tercatat di SPKT Polda Kalimantan Barat dengan nomor
LP/B/338/XI/2024/SPKT Polda Kalimantan Barat.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bazar TP PKK Kalbar, Erlina Norsan Bantu Warga Dapat Kebutuhan Terjangkau

    Bazar TP PKK Kalbar, Erlina Norsan Bantu Warga Dapat Kebutuhan Terjangkau

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar Pontianak– Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Norsan, menghadirkan bazar murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pelaku UMKM lokal. Kegiatan yang digelar di halaman Kantor TP PKK Provinsi Kalimantan Barat ini merupakan kolaborasi antara TP PKK dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat. Bazar tersebut menjadi […]

  • kodam tanjungpura dan bank kalbar

    Kodam Tanjungpura dan Bank Kalbar Pererat Kerjasama

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi daerah menjadi dua pilar penting dalam pembangunan Kalimantan Barat. Komitmen tersebut tercermin dalam pertemuan Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito bersama Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi di Lobby Kehormatan Makodam XII/Tpr, Kubu Raya, Jumat (27/2/2026). Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor pertahanan dan lembaga keuangan […]

  • Gubernur Norsan Kunker ke Ketapang, Hadiri Musrenbang hingga Tinjau Rencana Pembangunan Jembatan

    Gubernur Norsan Kunker ke Ketapang, Hadiri Musrenbang hingga Tinjau Rencana Pembangunan Jembatan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR Ketapang – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ketapang pada Kamis (9/4/2026) dengan membawa sejumlah agenda strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kunjungan tersebut diawali dengan kehadiran Gubernur dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), yang menjadi forum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah. Dalam kesempatan itu, Ria Norsan menegaskan […]

  • Geger Suara Ledakan di SMPN 3 Kubu Raya, Aktivitas Sekolah Langsung Dihentikan

    Pelajar SMPN 3 Ledakkan Molotov di Sekolah, Polisi Amankan Pelaku

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR KUBU RAYA- Pasca peledakan bom molotov yang terjadi di SMPN 3 Kubu Raya, petugas kepolisian dengan cepat mengamankan terduga pelaku, Selasa 3 Februari 2026, siang. Selain melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti serta memasang police line di sejumlah kelas, saat ini kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait motif dibalik peledakan tersebut. “Terduga pelaku merupakan […]

  • , Krisantus Kurniawan, memanfaatkan forum Your Gateway to Investing in Indonesia sebagai sarana strategis untuk mempromosikan potensi unggulan Kalimantan Barat sekaligus mendorong masuknya investasi asing yang bernilai tambah, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan daer

    Wakil Gubernur Dorong Promosi Kalbar Melalui Forum Your Gateway to Investing in Indonesia

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, memanfaatkan forum Your Gateway to Investing in Indonesia sebagai sarana strategis untuk mempromosikan potensi unggulan Kalimantan Barat sekaligus mendorong masuknya investasi asing yang bernilai tambah, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan daerah. Kegiatan itu berlangsung di vOffice Indonesia HQ, Centennial Tower Lantai 29, Jalan Gatot […]

  • Bupati Erlina Senang Pemprov Kalbar Siapkan 2000 Paket Sembako Operasi Pasar Murah di Kabupaten Mempawah

    Bupati Erlina Senang Pemprov Kalbar Siapkan 2000 Paket Sembako Operasi Pasar Murah di Kabupaten Mempawah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR MEMPAWAH- Sebagai rangkaian kegiatan Safari Ramadhan, Pemerintah Kalimantan Barat menggelar Operasi Pasar Murah di Kabupaten Mempawah, Minggu 1 Maret 2026, pagi. “Kita siapkan 2.000 paket sembako yang diramaikan juga oleh beberapa distributor lokal. Tujuannya untuk menstabilisasi harga pangan dan pengendalian inflasi,” katanya. Sembako yang terdiri dari beras, gula, dan minyak goreng mendapatkan subsidi […]

expand_less