PLB Temajuk Ditargetkan Aktif Agustus 2026, Gubernur Siapkan Kawasan Perbatasan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru
- account_circle Admin
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yokalbar SAMBAS – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mendukung percepatan pembangunan kawasan perbatasan melalui reaktivasi Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas yang ditargetkan kembali beroperasi pada Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Norsan saat melakukan peninjauan PLB Temajuk dalam rangkaian kegiatan Gema Membangun Desa ke-2 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Menurut Norsan, Desa Temajuk memiliki posisi strategis karena berada di lini pertama perbatasan Indonesia-Malaysia. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kesiapan kawasan perbatasan untuk mendukung pembukaan kembali aktivitas lintas batas yang sempat dibatasi akibat pandemi COVID-19.
“Reaktivasi PLB Temajuk harus dipersiapkan secara baik, bertahap, tertib, dan terukur. Pembukaan kembali perlintasan ini bukan hanya untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga memastikan kesiapan pelayanan, keamanan, infrastruktur dasar, serta kesiapan sosial dan ekonomi masyarakat setempat,” ujar Norsan, Minggu (14/6/2026).
Ia menilai Temajuk bukan hanya berfungsi sebagai kawasan perbatasan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui sektor pariwisata, perdagangan, UMKM, jasa transportasi, penginapan, hingga ekonomi kreatif berbasis budaya dan potensi alam lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Norsan mengungkapkan rencana besar pengembangan kawasan Temajuk dan Teluk Melano di Sarawak, Malaysia, sebagai kawasan wisata bersama dua negara.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalbar mendorong kawasan tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berciri wisata internasional yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kawasan Temajuk dan Teluk Melano akan dijadikan kawasan wisata bersama Indonesia dan Malaysia. Kami mendorong agar kawasan ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus berciri wisata kelas internasional,” katanya.
Selain pengembangan wisata umum, pemerintah juga berkomitmen mempertahankan kawasan konservasi penyu hijau yang menjadi salah satu daya tarik wisata minat khusus di wilayah tersebut. Bahkan, terdapat rencana pembangunan lapangan golf lintas negara dengan konsep unik, yakni 18 hole yang terbagi di dua negara, sembilan hole berada di Indonesia dan sembilan hole lainnya di Malaysia.
Dalam peninjauan tersebut, Norsan menegaskan sejumlah aspek menjadi perhatian pemerintah menjelang reaktivasi PLB Temajuk. Di antaranya akses jalan menuju kawasan perbatasan, sarana pelayanan publik, keamanan, jaringan telekomunikasi, ketersediaan listrik dan air bersih, area parkir, papan informasi, hingga kebersihan kawasan.
Selain itu, kesiapan pelaku usaha lokal dan pengaturan arus keluar-masuk masyarakat juga menjadi fokus agar aktivitas lintas batas dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman.
Ia berharap pembukaan kembali PLB Temajuk tidak sekadar menjadi pengaktifan jalur perlintasan, melainkan momentum percepatan pembangunan kawasan perbatasan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Reaktivasi ini harus membuka peluang perdagangan legal, meningkatkan kunjungan wisata, memperkuat UMKM, serta mendorong tumbuhnya sektor jasa transportasi, penginapan, kuliner, dan ekonomi lokal masyarakat Temajuk,” ujarnya.
Norsan juga meminta Pemerintah Kabupaten Sambas menjadikan pembangunan dan pengembangan PLB Temajuk sebagai salah satu prioritas daerah melalui penguatan perencanaan, pembangunan infrastruktur dasar, penataan kawasan sekitar perbatasan, serta pembinaan pelaku usaha dan sektor pariwisata.
Di sisi lain, Pemprov Kalbar berharap pemerintah pusat melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia memberikan perhatian serius terhadap pengembangan PLB Temajuk sebagai salah satu kawasan strategis perbatasan nasional.
Menurutnya, dukungan pusat diperlukan agar fasilitas PLB Temajuk dapat dibangun lebih representatif dan terpadu sehingga tidak hanya berfungsi sebagai titik perlintasan masyarakat, tetapi juga menjadi simpul pelayanan negara dan penggerak ekonomi kawasan perbatasan.
“PLB Temajuk harus menjadi simbol kehadiran negara di wilayah terdepan Kalimantan Barat sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan,” tegasnya.
Meski demikian, Norsan mengingatkan bahwa peningkatan aktivitas di kawasan perbatasan harus tetap memperhatikan keamanan, ketertiban, kelestarian lingkungan, daya dukung kawasan, serta kearifan lokal masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Temajuk dan Kabupaten Sambas untuk bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, keramahan, serta citra positif desa perbatasan tersebut agar mampu berkembang menjadi salah satu gerbang wisata dan ekonomi unggulan Kalimantan Barat.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar