Hotspot Turun, Pemprov Kalbar Tak Turunkan Kesiapsiagaan
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yokalbar PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak menurunkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi telah mengalami penurunan.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan status tanggap darurat karhutla diperpanjang selama 14 hari ke depan sebagai langkah antisipasi.
Menurut Norsan, keputusan tersebut diperlukan karena kondisi di lapangan belum sepenuhnya terbebas dari dampak karhutla. Kabut asap masih dirasakan di sejumlah wilayah meskipun titik panas telah menurun drastis.
“Perjuangan kita belum selesai,” tegas Ria Norsan.
Berdasarkan data yang disampaikan Norsan, saat ini tersisa 24 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terkonsentrasi di wilayah selatan Kalbar.
Namun, angka tersebut tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengurangi kesiapan penanganan.
Sebaliknya, Pemprov Kalbar memastikan Satgas Darat tetap melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan, sementara dukungan operasi udara tetap dipertahankan sesuai kondisi dan kelayakan operasional.
Perpanjangan status tanggap darurat juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan koordinasi dan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan munculnya kembali kebakaran.
Norsan meminta seluruh pihak tetap bersinergi dan tidak lengah terhadap perkembangan kondisi karhutla.
“Mari terus bersinergi, saling menjaga kesehatan, dan hentikan segala bentuk pembakaran lahan,” ujarnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar