BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Standar Higienis dan Mesin Pemotong Modern, SPPG Sungai Jawi 5 Perkuat Mutu Makan Bergizi Gratis

Standar Higienis dan Mesin Pemotong Modern, SPPG Sungai Jawi 5 Perkuat Mutu Makan Bergizi Gratis

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

YOKALBAR PONTIANAK – Aroma sayur tumis dan nasi hangat mulai tercium dari dapur SPPG Sungai Jawi 5 sejak malam masih panjang. Di balik 1.515 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari dikirim ke sekolah dan posyandu di Pontianak, ada sistem pengawasan mutu berlapis yang dijalankan tanpa kompromi.

Bagi Kepala SPPG Sungai Jawi 5, Faical, kualitas bukan sekadar soal rasa, melainkan keamanan, kebersihan, dan ketepatan distribusi. Karena itu, proses produksi sudah dimulai sejak pukul 19.00 WIB. Bahan baku dicuci bersih, ayam di-thawing dengan prosedur higienis, dan sayuran dipersiapkan lebih awal karena membutuhkan waktu pengerjaan paling lama.

“Jam 7 malam kami sudah mulai. Ayam di-thawing dulu, sambil itu tim siapkan sayur. Sayur itu paling lama pengerjaannya,” jelas Faical.

Kini, dapur mereka diperkuat dengan mesin pemotong sayur, termasuk mesin pemotong wortel. Kehadiran alat ini bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga menjaga konsistensi ukuran potongan dan meminimalkan kontak langsung tangan dengan bahan makanan. Sebelum ada mesin, persiapan sayur bisa berlangsung hingga pukul 01.00–02.00 dini hari. Dengan alat baru, waktu lebih efisien dan standar kebersihan lebih terjaga.

Memasuki pukul 01.00 WIB, proses memasak nasi dimulai. Sekitar 120 kilogram beras diolah setiap hari menggunakan 24 loyang besar. Seluruh tahapan dilakukan di area dapur yang dibersihkan secara berkala, dengan pembagian tugas jelas antara tim pencucian, pemotongan, memasak, dan pengemasan untuk mencegah kontaminasi silang.

Tahap pengemasan menjadi titik krusial berikutnya. Perhitungan jumlah ompreng dilakukan teliti agar distribusi sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

“Biasanya benar-benar mulai packing itu jam 5 pagi supaya tidak terjadi kesalahan distribusi,” katanya.

Quality Control Berlapis

Isu kontrol kualitas menjadi perhatian utama. Setiap bahan baku yang datang diperiksa kondisi fisik, warna, dan aromanya. Jika ditemukan ketidaksesuaian standar, bahan langsung ditolak dan diganti, meski harus mencari ke pasar pada malam hari.

“Kalau bahan jelek, kami tidak pakai. Jangan sampai dipaksakan distribusi,” tegasnya.

Sebelum makanan dikirim, dilakukan uji organoleptik untuk memastikan rasa, tekstur, dan aroma sesuai standar. Ahli gizi turut melakukan pengecekan kandungan gizi serta kesesuaian porsi. Setelah tiba di sekolah, sampel makanan kembali diperiksa oleh guru atau penanggung jawab setempat sebelum dibagikan kepada siswa.

Distribusi dilakukan maksimal satu jam sebelum waktu makan. Dengan prosedur yang tepat, makanan berada dalam batas aman konsumsi hingga enam jam sejak selesai produksi.

Menu Disusun dengan Standar Gizi

Menu MBG disusun mingguan bersama ahli gizi dan mitra penyedia bahan. Pertimbangan tidak hanya pada nilai gizi, tetapi juga ketersediaan bahan, harga pasar, serta daya tahan makanan.

Ayam menjadi sumber protein hewani yang paling sering dipilih karena dinilai paling disukai anak-anak, terutama jenjang TK. Makanan bersantan dihindari untuk mengurangi risiko cepat basi. Sayuran diolah dengan cara ditumis, direbus, atau dibuat sup, sementara buah disajikan dalam bentuk potong atau utuh seperti jeruk.

Pemenuhan gizi mengacu pada prinsip gizi seimbang sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.

“Susu ada, tapi sekarang sedang mahal dan sulit didapat. Jadi kami sesuaikan tetap dengan standar gizi seimbang,” ujarnya.

Menjangkau Sekolah dan Posyandu

Selain sekolah, distribusi juga menyasar 321 penerima manfaat di posyandu, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pengiriman dilakukan setiap Senin dan Kamis, dengan pendataan langsung serta koordinasi bersama kader posyandu untuk memastikan ketepatan sasaran.

Skema pengiriman dirancang agar kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima penerima manfaat.

Kepuasan Penerima Jadi Indikator

Bagi sekolah penerima, kualitas makanan tidak hanya terlihat dari standar dapur, tetapi juga dari respons siswa. Di SD Bruder Pontianak, guru mencicipi sampel makanan sebelum dibagikan untuk memastikan rasa dan kesegarannya.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Magdalena Sajumiati, mengatakan program ini sangat membantu.

“Kami sangat terbantu dengan MBG. Orang tua tidak lagi repot menyiapkan bekal, dan anak-anak juga menikmati makanannya,” ujarnya.

Respons positif juga datang dari siswa. Yemima, siswi kelas VI, mengaku senang karena menu yang disajikan enak dan membuatnya bisa menghemat uang jajan.

“Makanannya enak-enak. Kalau ada sisa boleh tambah, jadi uang bekal bisa ditabung,” katanya.

Bagi SPPG Sungai Jawi 5, kepuasan penerima menjadi indikator penting keberhasilan. Dengan mesin pemotong baru, prosedur kebersihan ketat, serta quality control berlapis dari dapur hingga sekolah, setiap ompreng diupayakan hadir bukan sekadar sebagai paket makanan, melainkan sebagai jaminan mutu yang aman, layak konsumsi, dan memenuhi standar gizi.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan pelaksanaan pembelajaran tidak dapat disamaratakan untuk seluruh wilayah

    Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) atau pembelajaran daring tersebut diberlakukan pada 24 hingga 28 Agustus 2026

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat kembali menerapkan pembelajaran dari rumah bagi siswa SMA, SMK, dan SLB. Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) atau pembelajaran daring tersebut diberlakukan pada 24 hingga 28 Agustus 2026. Ketentuan ini berlaku bagi satuan […]

  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar memperpanjang pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR)

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar memperpanjang pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR)

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Aktivitas pembelajaran tatap muka bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Barat kembali dialihkan ke rumah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar memperpanjang pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) atau pembelajaran daring hingga Jumat, 4 September 2026. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada Senin, 31 Agustus 2026 dan berlaku bagi satuan pendidikan SMA, SMK, […]

  • SPMB 2026 Kalbar Dimulai Juni, Calon Siswa Diminta Siapkan Dokumen Sejak Dini

    SPMB 2026 Kalbar Dimulai Juni, Calon Siswa Diminta Siapkan Dokumen Sejak Dini

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat mengimbau calon siswa dan orang tua mulai mempersiapkan dokumen pendaftaran menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang akan dimulai pada pertengahan Juni mendatang. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan seluruh tahapan SPMB tahun ini telah disusun secara bertahap untuk memastikan proses penerimaan […]

  • Hadiri Musrenbang, Gubernur Norsan Fokus Tuntaskan Ruas Jalan Strategis di Ketapang

    Hadiri Musrenbang, Gubernur Norsan Fokus Tuntaskan Ruas Jalan Strategis di Ketapang

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      Yokalbar Ketapang – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Ketapang. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Ketapang, Kamis (9/4/2026). Sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi diprioritaskan untuk ditangani, di antaranya Pesaguan–Kendawangan, Air Upas–Manis Mata, serta Tumbang Titi–Tanjung. […]

  • Nelayan Singkawang Gunakan Buku Kapal Elektronik, DKP Kalbar Terus Dorong Digitalisasi Perikanan

    Nelayan Singkawang Gunakan Buku Kapal Elektronik, DKP Kalbar Terus Dorong Digitalisasi Perikanan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Sebagai bentuk komitmen terhadap digitalisasi sektor perikanan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati, bersama jajaran Bidang Perikanan Tangkap menyerahkan buku kapal perikanan elektronik kepada nelayan di Kota Singkawang. Natalia mengatakan, penerapan sistem digital ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan kepada nelayan sekaligus memperkuat pengelolaan data sektor […]

  • Rokidi, Direktur Utama Bank Kalbar

    Kinerja Solid Bank Kalbar Sepanjang 2025

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIUANAK – Bank Kalbar kembali menunjukkan kinerja yang solid sepanjang 2025, dengan pencapaian positif pada sejumlah indikator utama, terutama laba bersih dan penyaluran kredit. Pertumbuhan tersebut didukung oleh struktur pendanaan yang semakin sehat, tercermin dari peningkatan rasio CASA (Current Account Saving Account) atau dana murah yang signifikan. Menurut Rokidi, Direktur Utama Bank Kalbar kepada […]

expand_less