BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Safari Hamzah: Merdeka Dari Panas, Merdeka Dari Tidak Peduli

Safari Hamzah: Merdeka Dari Panas, Merdeka Dari Tidak Peduli

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERDEKA DARI PANAS, MERDEKA DARI TIDAK PEDULI

oleh Safai Hamzah

Waktu kecil saya tidak mengenal AC. Rumah di kampung tidak punya AC. Tetapi kami bisa tidur nyenyak. Pagi-pagi bangun dengan udara yang masih segar. Jendela dibuka. Angin masuk. Pohon di halaman menjadi payung alami. Matahari ada, tetapi rasanya tidak sedang mengejar kita.
Sekarang rumah kita semakin dingin. AC ada hampir di setiap ruangan. Tetapi anehnya, bumi justru semakin panas. Kita menyalakan AC lebih lama. Tagihan listrik ikut naik. Lalu kita mengeluh.
Padahal listrik tidak pernah berbohong. Semakin banyak dipakai, semakin banyak dibayar.
Di situlah saya sering berpikir: jangan-jangan kita sedang membayar mahal untuk mengatasi panas yang sebagian kita ciptakan sendiri.
Kita ingin udara sejuk, pohonnya ditebang. Kita ingin halaman bersih, semuanya dicor. Kita ingin rumah nyaman, jendelanya ditutup rapat. Setelah itu AC dinyalakan.
Kalau tagihan listrik naik, kita menyalahkan listrik.
Padahal listrik hanya bekerja sesuai perintah kita.
AC juga tidak pernah meminta rumah menjadi panas. Ia hanya diperintah bekerja lebih keras ketika ruangan panas.
Maka persoalannya bukan apakah kita boleh menggunakan AC. Tentu boleh. Kita hidup di daerah tropis. AC diperlukan. Tetapi jangan sampai AC menjadi satu-satunya cara kita memahami kesejukan.
Pohon juga bisa mendinginkan. Angin juga bisa mendinginkan. Naungan juga bisa mendinginkan. Ruang terbuka juga bisa mendinginkan.
Bedanya, pohon tidak mengirimkan tagihan bulanan.
Ini yang menarik dari pembicaraan tentang kota berkelanjutan seperti Singapura. Mereka tidak hanya berpikir bagaimana membuat kota menjadi modern. Mereka juga memikirkan bagaimana kota tetap nyaman ketika suhu semakin tinggi.
Gedung dirancang. Transportasi dipikirkan. Air dikelola. Sampah diolah. Energi diperhitungkan. Ruang hijau dipertahankan.
Artinya, kesejukan kota tidak diserahkan seluruhnya kepada mesin.
Kota ikut bekerja untuk mendinginkan dirinya sendiri.
Saya kira Singkawang juga bisa mulai memikirkan hal seperti itu.
Apalagi kita ingin Singkawang menjadi kota wisata. Kota toleransi. Kota yang nyaman dikunjungi dan nyaman ditinggali.
Wisatawan tidak hanya membutuhkan tempat yang bagus untuk difoto.
Mereka membutuhkan tempat yang enak untuk berjalan.
Enak untuk duduk.
Enak untuk makan.
Enak untuk berbincang.
Enak untuk menikmati sore.
Dan itu tidak selalu membutuhkan bangunan mahal.
Kadang-kadang hanya membutuhkan pohon yang cukup besar untuk memberikan teduh.
Trotoar yang nyaman.
Taman yang hidup.
Ruang publik yang tidak panas.
Jalan yang tidak seluruhnya dikuasai kendaraan.
Karena kota yang baik bukan hanya kota yang bisa dilewati.
Kota yang baik adalah kota yang membuat orang ingin berhenti.
Di situlah kemerdekaan menjadi menarik untuk kita renungkan.
HUT ke-81 Republik Indonesia jangan hanya menjadi urusan bendera, umbul-umbul, lomba dan upacara.
Semua itu penting. Tetapi ada kemerdekaan lain yang juga perlu kita perjuangkan.
Merdeka dari sampah.
Merdeka dari boros energi.
Merdeka dari kebiasaan menebang pohon tanpa menanam kembali.
Merdeka dari halaman yang seluruhnya dicor.
Merdeka dari kebiasaan membuang urusan lingkungan kepada pemerintah.
Dan yang paling penting:
merdeka dari tidak peduli.
Sebab kerusakan lingkungan sering kali tidak dimulai dari sesuatu yang besar.
Ia dimulai dari hal yang kelihatannya kecil.
Satu plastik.
Satu pohon.
Satu parit.
Satu halaman.
Satu kebiasaan.
Satu kalimat: “Ah, cuma saya.”
Masalahnya, miliaran manusia juga berpikir begitu.
Satu plastik memang kecil.
Tetapi kalau jutaan orang membuang satu plastik setiap hari, sungai tidak akan menganggapnya kecil.
Satu pohon memang hanya satu pohon.
Tetapi kalau ribuan pohon hilang, kota akan tahu bedanya.
Kita juga akan tahu.
Dalam bentuk panas.
Dalam bentuk banjir.
Dalam bentuk udara yang semakin tidak nyaman.
Dalam bentuk tagihan listrik yang semakin panjang.
Karena itu, mencintai lingkungan sebenarnya tidak perlu dimulai dari sesuatu yang rumit.
Mulai dari rumah.
Tanam satu pohon.
Rawat sampai besar.
Jangan hanya menanam lalu lupa menyiram.
Buat halaman memiliki ruang untuk tanah bernapas.
Pisahkan sampah.
Manfaatkan sisa dapur menjadi kompos.
Buat lubang biopori.
Kurangi plastik sekali pakai.
Gunakan listrik seperlunya.
Matikan AC kalau ruangan tidak digunakan.
Buka jendela ketika udara memungkinkan.
Lalu ajak tetangga.
Kalau satu rumah melakukan, itu kebiasaan.
Kalau satu RT melakukan, itu gerakan.
Kalau satu kelurahan melakukan, itu budaya.
Dan kalau satu kota melakukan, itu bisa menjadi identitas.
Saya membayangkan, bagaimana kalau momentum kemerdekaan tahun ini diisi dengan gerakan sederhana: setiap RT membuat lingkungan yang lebih teduh.
Tidak perlu lomba yang hanya bagus sehari.
Tidak perlu dekorasi yang setelah selesai dibuang.
Buat kegiatan yang meninggalkan sesuatu.
Tanam pohon.
Bersihkan parit.
Buat taman kecil.
Kelola sampah.
Buat kompos.
Hemat listrik.
Rawat ruang publik.
Yang penting ada yang tumbuh setelah kegiatan selesai.
Sebab kemerdekaan seharusnya meninggalkan warisan.
Bukan hanya foto.
Bukan hanya dokumentasi.
Bukan hanya berita.
Tetapi sesuatu yang masih bisa dinikmati ketika kita sudah tidak ada.
Mungkin pohon yang kita tanam hari ini belum akan menaungi kita.
Tidak masalah.
Biarkan anak-anak kita yang menikmatinya.
Atau cucu kita.
Atau orang lain yang bahkan tidak pernah tahu siapa yang menanamnya.
Bukankah itu juga bentuk kepedulian?
Kita pernah hidup di tempat ini.
Kita pernah menikmati udara dari bumi ini.
Kita pernah minum airnya.
Kita pernah berteduh di bawah pohonnya.
Maka rasanya tidak pantas kalau setelah itu kita meninggalkan bumi dalam keadaan lebih buruk.
Bumi bukan warisan yang boleh kita habiskan. Ia titipan yang harus kita teruskan.
Jadi, ketika merah putih berkibar pada Agustus nanti, mungkin ada satu pertanyaan yang layak kita bawa pulang:
“Apa yang sudah saya lakukan untuk membuat tempat tinggal saya sedikit lebih baik?”
Tidak perlu jawabannya besar.
Mungkin satu pohon.
Mungkin satu parit yang dibersihkan.
Mungkin satu kebiasaan membuang sampah yang dihentikan.
Mungkin satu AC yang dimatikan ketika tidak diperlukan.
Mungkin satu tetangga yang kita ajak bergerak.
Kelihatannya kecil.
Tetapi semua perubahan besar memang pernah dimulai dari sesuatu yang kecil.
Dulu kemerdekaan diperjuangkan dengan keberanian para pejuang.
Sekarang kemerdekaan harus dirawat dengan kesadaran kita.
Merdeka bukan hanya bebas dari penjajah.
Merdeka juga berarti bebas dari kebiasaan yang membuat hidup kita sendiri semakin tidak nyaman.
Maka mari kita merdeka dari panas.
Bukan dengan menambah AC saja.
Tetapi dengan menambah pohon.
Merdeka dari boros listrik.
Bukan dengan mematikan kehidupan.
Tetapi dengan menggunakan energi seperlunya.
Dan yang paling penting—
merdeka dari tidak peduli.
Karena mencintai bumi tidak membutuhkan pidato panjang.
Tanam. Rawat. Kurangi. Hemat. Jaga. Ajak.
Sesederhana itu.
Tetapi kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya bisa luar biasa.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Mari mengisi kemerdekaan dengan membuat Singkawang bukan hanya hebat dan juara, tetapi juga teduh, nyaman, sehat, dan peduli bumi.
#MerdekaDariPanas #MerdekaDariTidakPeduli #MerdekaKe81 #JagaBumi #RawatBumi #PeduliLingkungan #HematEnergi #TanamPohon #KotaTeduh #IndonesiaHijau #MulaiDariRumah #SingkawangHebat #SingkawangJuara

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN Indonesia Power UBP Singkawang Teguhkan Komitmen Menjaga Keandalan Listrik dan Nilai-Nilai Kebangsaan

    Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN Indonesia Power UBP Singkawang Teguhkan Komitmen Menjaga Keandalan Listrik dan Nilai-Nilai Kebangsaan

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, BENGKAYANG – PT PLN INDONESIA Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Singkawang menggelar upacara bendera memperingati Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor PLTU Bengkayang pada Kamis (1/10). Upacara berjalan dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh manajemen, pegawai, serta tenaga alih daya di lingkungan PLTU Bengkayang. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema Pancasila sebagai […]

  • Anaconda Ukir Prestasi di Hias Kampung Ramadhan Singkawang

    Anaconda Ukir Prestasi di Hias Kampung Ramadhan Singkawang

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    SINGKAWANG— pelaksanaan kegiatan Ramadhan Fair resmi di tutup oleh walikota Singkawang. Hadir dalam kegiatan tersebut walikota Singkawang. Wakil Walikota Singkawang. Kapolres Singkawang. Dandim kota Singkawang dan tamu undangan. Semarak kegiatan Ramadhan Fair tahun ini semakin terasa dengan digelarnya lomba hias kampung yang diikuti oleh berbagai kelompok pemuda dari sejumlah wilayah. Dalam ajang yang berlangsung meriah […]

  • Rp60 MILIAR DISIAPKAN UNTUK KARHUTLA, FOKUS PADA PEMADAMAN, KESEHATAN MASYARAKAT DAN PEMULIHAN LINGKUNGAN

    Rp60 MILIAR DISIAPKAN UNTUK KARHUTLA, FOKUS PADA PEMADAMAN, KESEHATAN MASYARAKAT DAN PEMULIHAN LINGKUNGAN

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui dukungan anggaran daerah dan sinergi dengan Pemerintah Pusat. Secara keseluruhan, dukungan anggaran untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat mencapai Rp60 miliar melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) pada Perubahan APBD 2026, yang bersumber Rp20 miliar dari APBD Provinsi Kalimantan Barat […]

  • Polda Kalbar Musnahkan Hampir 2 Kg Sabu dan 6,3 Kg Ganja

    Polda Kalbar Musnahkan Hampir 2 Kg Sabu dan 6,3 Kg Ganja

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar PONTIANAK – Polda Kalimantan Barat (Kalbar) memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan sejumlah kasus. Total barang bukti yang dimusnahkan hampir 2 kilogram sabu dan 6,3 kilogram ganja. Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Haryono mengatakan barang bukti tersebut berasal dari beberapa perkara yang ditangani Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar. “Dalam beberapa pengungkapan kasus, […]

  • Hardiknas 2026 Jadi Momentum Perkuat Mutu Pendidikan dan Karakter Siswa di Kalbar

    Hardiknas 2026 Jadi Momentum Perkuat Mutu Pendidikan dan Karakter Siswa di Kalbar

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum bagi dunia pendidikan di Kalimantan Barat untuk terus memperkuat mutu pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Hardiknas tahun ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat […]

  • Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

expand_less