BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » UGM Lanjutkan Pemberdayaan Pendidik Kalimantan Barat, Kini Menjangkau Guru-Guru di Kabupaten Mempawah

UGM Lanjutkan Pemberdayaan Pendidik Kalimantan Barat, Kini Menjangkau Guru-Guru di Kabupaten Mempawah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yokalbar Mempawah, — Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kapasitas pendidik di Kalimantan Barat melalui penyelenggaraan workshop “Pemberdayaan Pendidik di Kabupaten Mempawah dan Sekitarnya di Kalimantan Barat dalam Menghadapi Kecerdasan Buatan di Era The Great Shifting”.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (4/8) ini menjadi bagian dari keberlanjutan program pengabdian masyarakat yang telah dijalankan UGM sejak 2023.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Sonjoruri Budiani Trisakti, M.A., menjelaskan bahwa kegiatan di Kabupaten Mempawah merupakan tindak lanjut dari proses konsolidasi yang telah dibangun selama tiga tahun terakhir.

Setelah sebelumnya menyelenggarakan berbagai kegiatan di sejumlah daerah di Kalimantan Barat, tahun ini program diperluas untuk menjangkau para guru di Kabupaten Mempawah dan wilayah sekitarnya.

“Program ini merupakan kelanjutan dari upaya yang telah kami bangun sejak 2023. Fokus kami bukan hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas pendidik agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara kritis, etis, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran,” ujar Sonjoruri.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Rizal Mustansyir dengan tema “Great Shifting dalam Dunia Pendidikan.” Dalam paparannya, Rizal menekankan bahwa perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi profesi pendidik.

Menurutnya, tantangan utama bukanlah keberadaan teknologi, melainkan kemampuan guru untuk beradaptasi. AI perlu diposisikan sebagai instrumen yang mendukung proses pembelajaran, bukan sekadar alat untuk menghasilkan informasi secara instan.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun epistemic honesty, yaitu sikap intelektual yang mendorong pendidik untuk tidak lagi memosisikan diri sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik belajar secara mandiri, kritis, dan bertanggung jawab.

Sesi kedua diisi oleh Dr. Sonjoruri Budiani Trisakti melalui materi “Ekosistem Digital.” Ia menjelaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan tidak cukup hanya diukur dari kemampuan mengadopsi teknologi. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa teknologi digunakan secara tepat, berpihak pada kepentingan pendidikan, serta mempertimbangkan dampak sosial dan etikanya.

Menurut Sonjoruri, integrasi AI di dunia pendidikan memerlukan pembangunan ekosistem yang utuh, meliputi kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, hingga tata kelola penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Karena itu, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah teknologi dapat digunakan, melainkan juga untuk siapa teknologi tersebut dimanfaatkan, mengapa digunakan, dan apa konsekuensinya bagi proses pendidikan.

Materi penutup disampaikan oleh Alda Cendekia, M.Cs. melalui sesi “Peningkatan Literasi Kecerdasan Buatan di Kalangan Pendidik.” Berbeda dari sesi sebelumnya yang lebih konseptual, materi ini dikemas dalam bentuk pelatihan interaktif selama satu jam yang memperkenalkan modul praktis pembuatan video pembelajaran berbasis AI.

Melalui modul tersebut, para guru memperoleh panduan langkah demi langkah untuk mengubah materi pelajaran menjadi video animasi edukatif tanpa memerlukan keterampilan animasi profesional.

Menurut Alda, kehadiran AI seharusnya dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas guru dalam merancang pengalaman belajar yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Melalui workshop ini, UGM berharap para pendidik di Kabupaten Mempawah semakin siap menghadapi perubahan lanskap pendidikan di era kecerdasan buatan. Penguatan literasi digital, kemampuan adaptif, dan kesadaran etis diharapkan menjadi fondasi penting bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang inovatif sekaligus berorientasi pada pengembangan manusia.

Narahubung
Dr. Sonjoruri Budiani Trisakti, M.A.
Departemen Filsafat Barat
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Wawako Lepas Jalan Sehat dan Zumba di Pontianak Barat

    Meriahkan HUT ke-81 RI, Wawako Lepas Jalan Sehat dan Zumba di Pontianak Barat

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK –Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, didampingi Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie Kamtono dan Camat Pontianak Barat , Titin Widiyanti, melelas Jalan Sehat dan Senam Zumba dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, pada Minggu 9 Agustus 2026. Ratusan warga tampak memadati kawasan Kantor Camat Pontianak Barat, untuk mengikuti acara […]

  • Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Singkawang Arfani

    Kadis Arfani Dorong RPH Smart Service, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Pengguna Rumah Potong Hewan

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan menghadirkan inovasi digitalisasi pelayanan Rumah Potong Hewan (RPH) melalui aplikasi RPH Smart Service. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan tata kelola pelayanan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Arfani mengatakan pengembangan aplikasi tersebut merupakan […]

  • GMD Serimbu, Norsan Perkuat Pengembangan Produk Hasil Hutan Bukan Kayu Bernilai Ekonomi

    GMD Serimbu, Norsan Perkuat Pengembangan Produk Hasil Hutan Bukan Kayu Bernilai Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar LANDAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong berbagai potensi ekonomi dan budaya yang dimiliki Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat membuka kegiatan Gema Membangun Desa (GMD) ke-IV di Desa Serimbu, Sabtu (29/8/2026). Menurut Norsan, Desa […]

  • Pemprov Kalbar Beri Kewenangan Kepala Sekolah Terapkan BDR Saat ISPU di Atas 200

    Pemprov Kalbar Beri Kewenangan Kepala Sekolah Terapkan BDR Saat ISPU di Atas 200

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan ruang bagi kepala sekolah untuk mengambil keputusan secara cepat ketika kondisi kualitas udara di sekitar satuan pendidikan memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kebijakan tersebut menjadi langkah Pemerintah Provinsi Kalbar untuk memangkas rantai komando dalam penanganan dampak Karhutla terhadap kegiatan belajar mengajar. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala […]

  • Tempat Penampungan TKI Ilegal di Kubu Raya Digerebek Polisi, 20 Orang Diamankan

    Tempat Penampungan TKI Ilegal di Kubu Raya Digerebek Polisi, 20 Orang Diamankan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR KUBU RAYA- Sebuah rumah di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya digerebek petugas kepolisian. Penggerebekan dilakukan lantaran diduga sebagai tempat penampungan TKI Ilegal yang hendak ke Malaysia. Dalam pengungkapan kasus Tindak Pidana Peradangan Orang (TPPO) ini, Satreskrim Polres Kubu Raya berhasil mengamankan sebanyak 20 orang yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatera […]

  • Gubernur Norsan Sebut Pemprov Kalbar Siapkan Antisipsi Bencana Hidrometeorologi

    Gubernur Norsan Sebut Pemprov Kalbar Siapkan Antisipsi Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan pada November-Desember 2026. Banjir, tanah longsor, angin kencang hingga puting beliung menjadi ancaman yang diantisipasi pemerintah daerah. Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama pemerintah kabupaten dan kota di Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (6/10/2026). Selain […]

expand_less