Keterbatasan Air dan Medan Sulit Hambat Pemadaman Karhutla di Kalbar
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR- Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tidak hanya menghadapi keterbatasan sarana, tetapi juga kompleksitas medan dan karakteristik api yang sulit dikendalikan, terutama di lahan gambut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar menyoroti bahwa tantangan terbesar di lapangan justru terletak pada akses air dan teknik pemadaman yang tepat. Di banyak lokasi terpencil, sumber air sulit dijangkau sehingga petugas harus mengandalkan tendon air yang diangkut menggunakan sepeda motor maupun mobil.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, menjelaskan bahwa tendon air berfungsi sebagai penampung sementara di titik pemadaman. Namun, keterbatasan jumlah membuat distribusi air belum optimal, terutama ketika kebakaran terjadi di beberapa titik sekaligus.
Menurutnya, kondisi ideal adalah setiap titik api memiliki satu tendon air agar proses pemadaman bisa dilakukan secara cepat dan berkelanjutan. Untuk mencapai itu, setiap kabupaten setidaknya membutuhkan sekitar sepuluh unit tendon.
Meski demikian, Daniel menekankan bahwa keberhasilan pemadaman tidak hanya bergantung pada peralatan. Faktor penentu lainnya adalah kemampuan sumber daya manusia di lapangan, khususnya kelompok masyarakat peduli bencana yang sering menjadi garda terdepan.
Petugas dibekali keterampilan khusus untuk menangani kebakaran di lahan gambut, yang memiliki karakteristik unik. Api pada lahan ini tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat merambat hingga kedalaman lebih dari 10 meter di bawah tanah.
Karena itu, teknik pemadaman harus dilakukan secara vertikal dengan memastikan air mencapai titik api di dalam tanah. Selain itu, petugas juga dituntut mampu membaca arah angin serta menentukan posisi kepala dan ekor api agar strategi pemadaman lebih efektif dan aman.
Dengan kondisi tersebut, penanganan karhutla di Kalbar menjadi pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan alat, tetapi juga strategi, ketahanan fisik, dan keahlian khusus di lapangan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar