Pemprov Kalbar Terima Bantuan Rp3 Miliar untuk Penanganan Karhutla, Peralatan dan Dapur Umum Diperkuat
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mendapat penguatan signifikan melalui bantuan sarana dan prasarana senilai sekitar Rp3 miliar dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI kepada Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Kalbar, Judan, serta perwakilan TNI dan Polri dalam rangka Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Nasional 2026 di Pontianak.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan bantuan tersebut mencakup berbagai peralatan penanganan karhutla hingga dukungan dapur umum untuk penanganan dampak bencana asap.
“Bantuan ini berupa peralatan penanganan bencana karhutla dengan total anggaran kurang lebih Rp3 miliar, termasuk dukungan dapur umum,” ujarnya.
Menurut Daniel, bantuan tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi tim di lapangan dalam melakukan upaya pencegahan dan penanganan sejak dini, terutama di wilayah rawan kebakaran.
Ia mengakui, meskipun jumlah bantuan masih terbatas, dukungan dari pemerintah pusat menunjukkan komitmen dalam menangani karhutla yang hingga kini masih menjadi ancaman serius di Kalbar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat. Ini bentuk perhatian untuk memperkuat antisipasi karhutla di daerah,” katanya.
Seiring dengan bantuan tersebut, Pemprov Kalbar juga terus menggencarkan berbagai langkah pencegahan, seperti patroli udara dan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang telah dilakukan sejak pertengahan April 2026.
Selain itu, dukungan udara berupa helikopter patroli dan pesawat OMC juga disiagakan untuk mempercepat deteksi titik api serta melakukan pembasahan lahan gambut yang rawan terbakar.
Berdasarkan data BPBD, Kalimantan Barat masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan karhutla tinggi. Pada periode Januari hingga Februari 2026, luas lahan terbakar tercatat telah mencapai lebih dari 10 ribu hektare.
Saat ini, status Kalbar masih berada pada level siaga bencana asap. Pemerintah pun terus memperkuat kesiapsiagaan guna mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Dengan adanya tambahan peralatan ini, diharapkan penanganan karhutla bisa lebih cepat dan efektif, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” pungkas Daniel.
Caption:
Penyerahan simbolis bantuan sarana dan prasarana penanganan karhutla senilai Rp3 miliar dari pemerintah pusat kepada BPBD Kalbar dan unsur TNI/Polri di Pontianak.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar