Paruu Tambe, Budaya Khas Dayak yang Sarat Makna Spiritual
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR -Di tengah arus modernisasi, keberadaan Paruu Tambe tetap dijaga sebagai identitas budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Perahu hias tradisional ini menjadi simbol penting dalam berbagai ritual adat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, S.STP, M.M, menekankan pentingnya pelestarian tradisi tersebut.
“Paruu Tambe bukan sekadar alat transportasi air, melainkan sarana simbolis yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya yang tinggi. Ia melambangkan perjalanan hidup manusia dari lahir hingga kembali kepada Sang Pencipta, serta kebersamaan dan doa agar setiap upacara adat berjalan lancar,” ujar Faisal.
Dalam ritual kematian, Paruu Tambe digunakan untuk mengantar jenazah ke kulambu serta dalam prosesi buang pantang dan mimber. Sedangkan dalam ritual perkawinan, perahu ini mengantar mempelai laki-laki menuju rumah mempelai perempuan sebagai simbol kesiapan membangun kehidupan baru.
Ornamen yang menghiasi perahu memiliki arti khusus. Warna merah dan kuning pada panji melambangkan keberanian dan keturunan baik. Daun enau menjadi simbol kejayaan dan kegembiraan. Seluruh elemen tersebut memperkaya makna spiritual Paruu Tambe.
“Tradisi ini harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda. Pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga bentuk fisiknya, tetapi juga menjaga nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” tegasnya.
Faisal kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempromosikan budaya lokal melalui program pelestarian warisan budaya tak benda.
“Paruu Tambe adalah kekayaan budaya Kalimantan Barat yang patut dibanggakan. Ini bukan sekadar simbol masyarakat Dayak, tetapi juga aset budaya Indonesia,” tutup Faisal.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar