Bank Kalbar Dorong Pertumbuhan Kredit Produktif dan Konsumtif, ini Alasannya
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Bank Kalbar, Rokidi yang menyatakan penurunan TKD justru membuka peluang pembiayaan bagi bank daerah untuk membantu pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga kesinambungan pembangunan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) menyatakan optimisme dalam menghadapi tahun 2026 dengan menitikberatkan strategi pada peningkatan ekspansi kredit serta optimalisasi pinjaman daerah. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, dalam konferensi pers di Aula Kantor Utama Bank Kalbar, Pontianak, Selasa, 6 Januari 2026.
Rokidi menjelaskan bahwa fokus utama Bank Kalbar ke depan adalah mendorong pertumbuhan kredit, baik pada segmen konsumtif maupun produktif. Menurutnya, ekspansi kredit menjadi kunci untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik partisipasi pihak ketiga.
“Strategi utama kami adalah melakukan ekspansi, terutama di sektor kredit konsumtif dan produktif. Ketika ekspansi ini berjalan, maka pihak-pihak ketiga juga akan ikut bergerak. Pada 2026, kami akan memaksimalkan pinjaman daerah,” ujar Rokidi usai kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi salah satu periode paling menantang bagi industri perbankan, bahkan lebih berat dibandingkan masa pandemi COVID-19. Hal itu disebabkan oleh rendahnya permintaan kredit di hampir seluruh sektor.
“Tahun 2025 termasuk yang paling berat karena permintaan kredit sangat minim. Namun demikian, Bank Kalbar mampu menghadapi tantangan tersebut dengan cukup baik,” katanya.
Meski tantangan ekonomi masih membayangi, Rokidi menegaskan Bank Kalbar tetap berkomitmen menjaga pertumbuhan aset dan meningkatkan kinerja laba secara berkelanjutan.
“Kami akan memastikan aset terus tumbuh dan laba harus meningkat, bukan menurun. Walaupun 2026 masih menyisakan sejumlah persoalan ekonomi, kami tetap optimistis dapat melaluinya dengan baik, sebagaimana yang telah kami lakukan saat menghadapi tantangan di 2025,” tutup Rokidi.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar