Puluhan Siswa Singkawang Diduga Keracunan MBG, SPPG Bungkam
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

petugas cek sampel penyebab siswa keracunan mbg
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR SINGKAWANG – Sebanyak 56 siswa dari Madrasah Aliyah Negeri MAN Model Kota Singkawang Kalimantan Barat alami keracunan usai santap Makan Bergizi Gratis pada Kamis pekan lalu. 25 siswa sempat harus dirawat inap tersebar disejumlah fasilitas Kesehatan di Kota Singkawang. Hingga Senin sore, pihak MBG maupun SPPG yang menjadi penyedia maakanan tersebut belum memberikan keterangan resmi kasus ini.
Kini Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium terkait sampel makanan yang diambil pada waktu usai kejadian.
“Belum ada hasil Lab ya, untuk siswa yang rawat inap, per data tadi malam alhamdulillah sudah pulang semua,” kata Achmad Hardin, Senin (9/2/2026).
Menurut Hardin, sejak kejadian kemarin pihaknya telah melakukan berbagai langkah mulai dari memastikan seluruh siswa yang melakukan perawatan di sejumlah Faskes mendapat pelayanan terbaik, juga menurunkan tim investigasi.
“Tim Dinkes melakukan Investigasi PE (pemeriksaan epidemiologi) terhadap penjamah makanan (tim Dapur) dan berkoordinasi dengan balai POM untuk pemeriksaan Batreriologis di Lab POM di Provinsi,” katanya.
kronologis
Hardin menuturkan kronologis pada Kamis (5/2) dirinya mendapat informasi adanya kedatangan sejumlah siswa ke rumah sakit, klinik dan puskesmas.
“Datangnya itu rata-rata di jam yang sama, sore dan malam hari,” katanya.
Sebelumnya, saat usai Zuhur oleh pihak sekolah sejumlah siswa sempat dipulangkan lantaran dikira sakit biasa. “Baru pada sore dan malam harinya siswa yang mengalami keluhan berkepanjangan ke fasilitas Kesehatan” katanya.
Kemudian siswa ada yang cukup mendapatkan rawat jalan, ada pula yang diharuskan rawat inap.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian siswa harus menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit, puskesmas dan klinik yang ada di Singkawang,” ujarnya.
Achmad Hardin menambahkan kejadian ini baru dugaan disebabkan oleh santap makanan MBG. Sebab masih menanti hasil sampel yang dilakukan pengujian di provinsi, karena dari total keseluruhan 906 siswa MAN Model, yang terindikasi mengalami keracunan ada sekitar 56 siswa.
“Mungkin karena kondisi badan siswa masing-masing kan berbeda, ada yang sensitif lambungnya, ada yang kebal sehingga reaksinya berbeda, namun kita masih belum mendapat hasil yang pasti penyebab dari kejadian itu,” ungkapnya.
Dari kejadian itu, dia berpesan kepada orang tua agar tidak terlalu khawatir, karena kondisi seperti ini merupakan musibah dilakukan perbaikan ke depannya.
“Kepada orang tua juga diharapkan bersabar, semoga anak-anaknya cepat sembuh dan segera kembali ke rumah,” katanya.
Wali Kota Ingatkan Petugas MBG
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengaku terkejut dengan kabar keracunan yang dialami oleh siswa. Dirinya mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan serta dari Dinas Pendidikan.
“Kami sudah melakukan pengecekan. Mereka mengalami gejala sama yakni pusing kepala, sakit perut, muntah-muntah hingga mual. Semoga mereka cepat sembuh,” ungkap Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie, sabtu kemarin.
Ia mengatakan kejadian ini pertama kali terjadi sejak program MBG di Kota Singkawang bergulir. Ia berharap ini adalah pertama dan terakhir terjadi.
Kepada petugas MBG, Walikota meminta kedepannya ini menjadi perhatian serius sehingga pelayanan dan makanan yang disajikan benar benar higinis dan bermanfaat bagi siswa sehingga kejadian serupa tidak terulang.
“Ke depan pelayanan MBG harus ditingkatkan sehingga kejadian ini tidak terulang,” pintanya.
Orang Tua Resah
Olis, salah satu orang tua siswa, menuturkan berdasarkan cerita dari anaknya, rasa pusing dan mual dialami usai menyantap ayam suwir yang menjadi menu pada hari itu.
“Sepertinya basi, katanya rasanya aneh saat makan ayam,” katanya.
Olis berharap kedepan pihak dapur jangan mengabaikan kebersihan dan Kesehatan.
“Anak bekal dari rumah tidak pernah ada kejadian maca mini, sekali makan MBG lalu jadi seperti didaerah lain, keracunan,” katanya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar