Hiasan Imlek Cap Go Meh akan Berpadu dengan Nuansa Ramadhan di Singkawang
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
yokalbar singkawang – Selepas melakukan penggalangan dana di Kota Singkawang dan Jakarta, Panitia Imlek dan Cap Go Meh 2026 Kota Singkawang kini menghimpun donasi dan sponshorsip kurang lebih Rp 2,3 Miliar. Angka ini masih jauh dari estimasi kebutuhan panitia yang membutuhkan biaya Rp 9 Miliar.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie yang hadir saat penggalangan dana oleh panitia di Jakarta mengajak seluruh pihak baik masyarakat Singkawang maupun luar Singkawang untuk peduli dan membantu kesuksesan acara Imlek dan Festival Cap Go Meh Singkawang.
“Saya dapat laporan dari panitia jika kebutuhan mencapai Rp 9 Miliar, memang dari donasi Singkawang dan Jakarta sudah terkumpul sekitar Rp 2,3 M tentu kita berterimakasih kepada para donator dan sponsor yang telah berdonasi, namun untuk menutupi kekurangan yang ada mari dong kita sumbang untuk kelancaran acara,” kata Tjhai Chui Mie saat dihubungi Rabu (28/1/2026).
Tjhai Chui Mie menuturkan Imlek dan Cap Go Meh kali ini akan sangat special, lantaran berbarengan dengan Ramadhan serta jelang pelaksanaan Idul Fitri. Sehingga bentuk-bentuk kemeriahan di Kota juga akan menonjolkan toleransi yang telah lama terbangun di Singkawang.
“Ada Perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh juga ada Ramadhan Fair, dua-duanya kita support, begitupula dengan hari besar keagamaan lainnya, tahun ini special karena bersamaan,” katanya.
Ketua Panitia Pelaksana Perayaan Imlek dan Festival Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong menuturkan untuk menutupi kekurangan pendanaan tersebut, panitia telah mengajukan proposal kepada berbagai perusahaan, instansi, BUMN, hingga BUMD. Tersedia beberapa kategori paket kemitraan bagi sponsor, mulai dari paket Platinum, Diamond, Silver, hingga Bronze dengan berbagai keuntungan bagi pemberi dukungan.
“Kita ada paket platinum, diamond, silver dan bronze sehingga dengan paket ini mereka bisa mendapatkan benifit yang tertera di level-level tersebut,” ungkapnya.
Bun Cin Thong, menyatakan bahwa proses penghiasan kota saat ini telah mencapai 60 persen. Menariknya, hiasan kota tahun ini akan dikombinasikan dengan ornamen menyambut Ramadhan dan Idulfitri.
“Berdasarkan kesepakatan, kami membantu panitia Ramadhan Fair dalam menghias jalan-jalan utama. Seperti di Jalan P. Diponegoro, pemasangan lampion akan dikombinasikan antara warna merah untuk Imlek serta warna hijau dan kuning sebagai lambang Ramadan,” jelas Bun Cin Thong.
Langkah ini dilakukan sebagai wujud nyata toleransi di Singkawang. Selain lampion, panitia juga memasang hiasan bertema angpau dan Lebaran secara berdampingan. Seluruh proses penghiasan kota ditargetkan rampung dalam satu minggu ke depan.
Pusat perayaan akan dipusatkan di Stadion Kridasana. Panitia akan membangun taman, replika, dan panggung seni budaya yang akan berlangsung selama 14 hari berturut-turut. Panggung tersebut diperuntukkan bagi 17 paguyuban etnis yang ada di Kota Singkawang untuk menampilkan kekayaan budayanya masing-masing.
Bun Cin Thong menegaskan bahwa kepanitiaan tahun ini bersifat inklusif dan tidak hanya melibatkan warga Tionghoa.
“Kepanitiaan ini sangat toleran karena melibatkan berbagai etnis. Hal ini membuktikan bahwa Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang adalah milik bersama seluruh masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar