BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Siswi MTs di Pontianak Gantung Diri, Beredar Isu Korban Depresi Karena Dibully

Siswi MTs di Pontianak Gantung Diri, Beredar Isu Korban Depresi Karena Dibully

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

KUBU RAYA- Siswi salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) ditemukan meninggal dunia tergantung di rumahnya di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (22/1/2026) pagi. Diduga, korban depresi karena dibully di sekolah.

“Benar adanya. Untuk kejadiannya pada hari Kamis tanggal 22 Januari di rumah korban,” jelas Kapolsek Sungai Kakap Ipda Dolas Zimmi Saputra Nainggolan kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

Saat ini, kepolisian masih menyelidiki penyebab anak perempuan usia 13 tahun ini nekat mengakhiri hidupnya. Dugaan serta kabar yang beredar , korban malu karena melakukan kesalahan di sekolah dan diduga menjadi korban bullying hingga mengalami depresi.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap Ipda Adrianus Ari mengatakan, saat ini segala dugaan sedang diselidiki.

“Informasi sementara, korban malu karena melakukan kesalahan di sekolah. Untuk dugaan lain, masih kami dalami,” tegas Ari.

Ia pun menjelaskan kronologi korban ditemukan tak bernyawa. Awalnya, anggota Polsek Sungai Kakap mendapat informasi ada warga yang meninggal karena gantung diri.

“Pukul 07.00 pagi Kamis itu personel identifikasi Polres Kubu Raya bersama Polsek Sungai Kakap tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pemotretan,” jelas Ari.

Tim gabungan kemudian memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk ibu korban M (41) dan abang korban R (19). Sementara ayah korban sedang berada di Ketapang untuk bekerja.

Dalam keterangan M, pada Rabu (21/1/2026) pukul 20.00 WIB saat mau tidur di kamarnya bersama korban, M melihat korban tidak seperti biasanya.

“Ibu korban melihat raut wajah korban seperti tidak semangat dan kemudian ibu korban menanyakan kepada korban ada apa sehingga nampak murung,” jelas Ari.

Saat ditanya ibunya, lanjut Ari, korban bercerita bahwa dirinya melakukan kesalahan di sekolah. Atas kejadian tersebut, korban dipanggil oleh gurunya. Karena perbuatannya diketahui oleh teman-temannya di sekolah, korban menjadi malu.

“Oleh ibu korban menyarankan agar korban besoknya selesaikan masalah di sekolah. Setelah selesai membahas penyebab korban murung, keduanya tidur,” kata Ari.

Sementara berdasarkan keterangan saksi R, pada Kamis (22/1/2026) sekira pukul 03.00 WIB, ia baru tiba di rumah sepulangnya dari kerja. R langsung masuk ke dalam rumah dan melihat adiknya sudah tergantung di pintu kamar.

“R langsung membangunkan ibunya. Kemudian berinisiatif langsung membuka tali yang digunakan oleh korban untuk gantung diri serta menurunkan korban,” beber Ari.

Selain memeriksa saksi dan olah TKP, tim gabungan yang di lapangan juga menemukan selembar kertas bertuliskan pesan terakhir dari korban sebelum mengakhiri hidupnya.

“Dalam surat itu intinya korban malu untuk datang ke sekolah. Korban minta maaf ke keluarga atas keputusan yang diambil dan minta dimakamkan dengan layak serta jangan melibatkan kepolisian,” tutup Ari.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Pasar Murah Berlangsung Sukses di Mempawah

    Operasi Pasar Murah Berlangsung Sukses di Mempawah

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR MEMPAWAH -Menjelang perayaan Imlek, suasana di kawasan Kelenteng Tri Dharma Mempawah tampak lebih ramai dari biasanya. Di samping Badan Pemadam Api Mempawah (BPAM), Minggu (8/2/2026), ratusan warga dengan tertib mengantre untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Di tengah keramaian itu, Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, hadir langsung meninjau pelaksanaan Operasi Pasar Murah. Kehadiran […]

  • Kabut Asap Tebal, Penerbangan Wings Air Ketapang–Pontianak Dialihkan ke Pangkal Pinang

    Kabut Asap Tebal, Penerbangan Wings Air Ketapang–Pontianak Dialihkan ke Pangkal Pinang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIANAK – Gangguan kabut asap kembali berdampak pada aktivitas penerbangan di Kalimantan Barat (Kalbar). Pesawat Wings Air dengan rute Bandara Rahadi Oesman Ketapang menuju Bandara Supadio Pontianak terpaksa dialihkan (divert) ke Bandara Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, akibat jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan, Sabtu (31/1/2026) pagi. Pesawat yang seharusnya mendarat di […]

  • Ria Norsan Berikan Perhatian Penuh Dunia Pendidikan Kalbar, 52 SMA/SMK Direhab

    Ria Norsan Berikan Perhatian Penuh Dunia Pendidikan Kalbar, 52 SMA/SMK Direhab

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Memasuki Februari 2026, penguatan sektor pendidikan di Kalimantan Barat terus menunjukkan progres signifikan. Program rehabilitasi dan revitalisasi infrastruktur sekolah yang telah berjalan sejak 2025 mulai memperlihatkan dampak nyata di berbagai daerah. Di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan terus diperkuat. Tahun 2025, sebanyak 52 sekolah jenjang SMA […]

  • SPMB 2026 Kalbar Ubah Skema Jarak Domisili, Sistem Baru Dinilai Lebih Adil

    SPMB 2026 Kalbar Ubah Skema Jarak Domisili, Sistem Baru Dinilai Lebih Adil

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar PONTIANAK — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat mulai mensosialisasikan petunjuk teknis (juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kepada para kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan di Kota Pontianak. Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdikbud Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan juknis SPMB 2026 telah disusun mengacu pada ketentuan dari pemerintah pusat dan disesuaikan dengan kondisi daerah. […]

  • Yudisium FIPPS UPGRI Pontianak Resmi Dikukuhkan, Lulusan Siap Menjemput Peluang dan Tunjukkan Kontribusi Nyata

    Yudisium FIPPS UPGRI Pontianak Resmi Dikukuhkan, Lulusan Siap Menjemput Peluang dan Tunjukkan Kontribusi Nyata

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Citizen Reporter Arif Januardi, M.Pd Yokalbar PONTIANAK – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai pelaksanaan yudisium program sarjana dan magister Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial (FIPPS) Universitas PGRI Pontianak tahun akademik 2025/2026, Senin, (6/4/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat di Grand Anggrek Lantai 3, IBIS Hotel Pontianak City Center. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan […]

  • Gebyar Hardiknas 2026 di Singkawang Bakal Digelar Sederhana, Kadisdikbud Asmadi: Namun Mengandung Nilai-nilai Edukasi

    Gebyar Hardiknas 2026 di Singkawang Bakal Digelar Sederhana, Kadisdikbud Asmadi: Namun Mengandung Nilai-nilai Edukasi

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kota Singkawang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang bakal menggelar Gebyar Hardiknas 2026 secara sederhana dan penuh rasa kekeluargaan. Kadisdikbud Kota Singkawang, Asmadi bilang, meskipun sederhan, namun Gebyar Hardiknas 2026 akan lebih banyak mengandung nilai-nilai edukasi pengembangan bakat kreatifitas siswa dan guru. Gebyar Hardiknas […]

expand_less