BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Lain-lain » Norsan Turun ke Pelang, Soroti Dugaan Pembakaran Lahan dan Percepat Penanganan Karhutla Ketapang

Norsan Turun ke Pelang, Soroti Dugaan Pembakaran Lahan dan Percepat Penanganan Karhutla Ketapang

  • account_circle Admin
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yokalbar KETAPANG – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pelang, Kabupaten Ketapang, Selasa (22/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi tercepat guna mempercepat penanganan karhutla yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Dalam peninjauan itu, Norsan menilai sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan kosong milik masyarakat yang belum ditanami. Sementara itu, lahan yang sudah ditanami relatif tidak terdampak kebakaran.

“Ini Pelang, Kabupaten Ketapang, cukup luas terbakar. Namun yang terbakar saya lihat merupakan lahan yang tidak ada rumah penduduk dan rata-rata kebun masyarakat yang belum ditanami. Sedangkan kebun yang sudah ada tanamannya tidak terbakar,” kata Norsan.

Berdasarkan kondisi yang ditemuinya di lapangan, Norsan menduga kebakaran terjadi akibat praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin menyalahkan masyarakat secara umum, melainkan mengingatkan agar tidak ada lagi oknum yang melakukan cara tersebut.

“Saya melihat ini memang sengaja dibakar untuk membuka lahan. Itu yang tidak kita inginkan. Kepada masyarakat saya mengimbau, ini bukan menyalahkan masyarakat, tetapi oknum masyarakat. Saya mengajak untuk berpikir bersama karena kabut asap di daerah kita sudah luar biasa, jangan sampai menambah masalah lagi,” ujarnya.

Norsan meminta masyarakat yang ingin membuka lahan agar menggunakan alat berat atau metode lain yang tidak menimbulkan kebakaran. Ia juga mendorong koordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk mencari dukungan peralatan yang memungkinkan digunakan dalam pembukaan lahan tanpa membakar.

Di sisi lain, Pemprov Kalbar terus berupaya memperkuat langkah pemadaman. Namun, kondisi jarak pandang yang masih terbatas akibat kabut asap menjadi kendala utama bagi operasi udara, termasuk water bombing.

“Water bombing tetap kita upayakan. Tetapi karena jarak pandang belum memungkinkan, operasi belum bisa maksimal sampai ke sini,” katanya.

Menurut Norsan, helikopter Chinook bantuan Jepang yang berada di Ketapang juga belum dapat beroperasi karena harus memenuhi syarat jarak pandang minimal sekitar tiga kilometer.

“Helikopter Chinook sudah berada di Ketapang. Namun belum bisa operasional karena jarak pandang belum maksimal. Mereka mensyaratkan jarak pandang sekitar tiga kilometer agar bisa beroperasi,” jelasnya.

Selain meninjau lokasi kebakaran, Norsan juga menyuplai logistik dan peralatan untuk mendukung upaya pemadaman di lapangan. Bantuan tersebut terdiri dari dua unit mesin pemadam berkapasitas besar, tiga unit mesin pemadam kecil, serta selang pemadam sepanjang 30 meter sebanyak 10 gulung.

Pemprov Kalbar berharap dukungan peralatan tambahan dan percepatan operasi pemadaman dapat membantu menekan perluasan kebakaran di kawasan Pelang dan wilayah lain yang masih terdampak karhutla di Kabupaten Ketapang.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekadau Bergetar Digoyang Gempa

    Sekadau Bergetar Digoyang Gempa

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar SINTANG- Warga Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dibuat kaget. Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,8 mengguncang wilayah tersebut, Jumat (23/1/2026) siang. Getarannya terasa cukup kuat hingga ke Kabupaten Sintang dan Melawi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 14.27.56 WIB. Episenter gempa berada di darat, tepatnya 89 kilometer timur Sekadau, pada […]

  • Raja Juli Minta Karhutla Jangan Dipolitisasi, Penanganan Harus Fokus dan Terus Waspada

    Raja Juli Minta Karhutla Jangan Dipolitisasi, Penanganan Harus Fokus dan Terus Waspada

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dipolitisasi. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat. Raja Juli menyampaikan hal tersebut saat meninjau penanganan karhutla di Desa Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026). Ia mengatakan, kondisi karhutla […]

  • Tata Kelola Ruang Laut jadi Fokus DKP Kalbar Agar Pembangunan Pesisir Berkelanjutan

    Tata Kelola Ruang Laut jadi Fokus DKP Kalbar Agar Pembangunan Pesisir Berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat tata kelola ruang laut sebagai fondasi pembangunan pesisir yang berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tata Kelola Ruang Laut dan Pemanfaatan Ruang Laut Kewenangan Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Ruang Rapat Arwana, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (29/5/2026). Rapat yang dipimpin Dinas Kelautan dan Perikanan […]

  • gerakan pangan murah mempawah

    Gubernur Kalbar dan Bupati Mempawah Bersama Ribuan Warga di Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR MEMPAWAH -Ribuan warga memadati halaman Masjid Agung Al Falah Mempawah sejak Minggu pagi, 1 Maret 2026, untuk mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Antrean warga terlihat mengular sejak pukul 07.00 WIB, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Pemerintah […]

  • Digelar Pihak Swasta, Norsan Instruksikan IPOCS 2026 Sawit Berkelanjutan Dibatalkan

    Digelar Pihak Swasta, Norsan Instruksikan IPOCS 2026 Sawit Berkelanjutan Dibatalkan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar PONTIANAK — Kegiatan IPOCS 2026 bertajuk Pertemuan Edukasi Petani Sawit Berkelanjutan yang sempat menjadi perbincangan di media sosial dipastikan batal dilaksanakan di Kalimantan Barat. Pembatalan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) Kalimantan Barat, Rino Anteno Tengo, yang menyebut keputusan itu diambil atas arahan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Menurut […]

  • Tradisi Saprahan di Pendopo Gubernur Kalbar

    Tradisi Saprahan di Pendopo Gubernur Kalbar

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIANAK – Suasana hangat menyelimuti Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada perayaan hari pertama Idul Fitri 1447 H ketika Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menggelar tradisi Makan Saprahan sebagai agenda utama dalam menyambut tamu dan masyarakat, Minggu (21/3/2026). Tradisi Makan Saprahan ini diikuti oleh keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat sekitar, serta […]

expand_less