BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Lain-lain » 31 WNA Malaysia dan Taiwan Diamankan, Diduga Jalankan Scamming dari Hotel di Pontianak

31 WNA Malaysia dan Taiwan Diamankan, Diduga Jalankan Scamming dari Hotel di Pontianak

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yokalbar PONTIANAK — Sebanyak 31 warga negara asing (WNA) asal Malaysia dan Taiwan diamankan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak bersama Polresta Pontianak.

Puluhan WNA tersebut diduga menjalankan aktivitas scamming atau penipuan daring dari sebuah hotel di Jalan Sidas, Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Sam Fernando, mengatakan, aktivitas tersebut diduga berlangsung di Hotel Surya Pontianak.

“Di Hotel Surya mereka menyewa 14 kamar di lantai tiga sebagai tempat tinggal sekaligus tempat menjalankan aktivitas yang diduga berkaitan dengan scamming,” kata Sam, Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, para WNA tersebut tidak datang ke Pontianak secara bersamaan.

Mereka masuk secara bertahap melalui sejumlah jalur, di antaranya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan Bandara Supadio Pontianak.

Sebagian WNA diduga telah berada di Pontianak selama sekitar dua bulan.

Sementara sebagian lainnya disebut baru datang sekitar tiga pekan sebelum diamankan.

Diamankan bersama sejumlah barang

Keberadaan puluhan WNA tersebut pertama kali diketahui berdasarkan informasi dari Satuan Intelijen Polresta Pontianak mengenai aktivitas sejumlah orang asing di sebuah hotel di Kota Pontianak.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan gabungan Kantor Imigrasi Pontianak dan Polresta Pontianak pada 8 September 2026.

Dalam pemeriksaan itu, petugas mengamankan 31 WNA beserta sejumlah barang.

Barang yang diamankan antara lain puluhan telepon seluler dan tablet, sejumlah laptop, router, Starlink, handy talkie (HT), puluhan paspor, serta seragam PDRM Malaysia.

Barang-barang tersebut kini masih dalam proses pendalaman untuk mengetahui kaitannya dengan aktivitas para WNA tersebut.

Sam mengatakan, dugaan scamming tersebut disebut menyasar warga negara Malaysia dan Taiwan.

Sejauh pemeriksaan awal, belum ditemukan warga Indonesia yang menjadi korban.

“Sejauh ini yang menjadi korban warga Malaysia. Belum ada warga Indonesia yang menjadi korban. Namun masih dilakukan pendalaman oleh Imigrasi dan kepolisian,” ujar Sam.

Pendalaman juga dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat warga negara Indonesia yang terlibat dalam aktivitas tersebut.

Tiga WNA Malaysia overstay

Selain dugaan aktivitas scamming, petugas Imigrasi menemukan pelanggaran keimigrasian.

Dari hasil pemeriksaan dokumen, tiga WNA asal Malaysia diketahui telah melampaui batas waktu izin tinggal atau overstay.

Petugas juga menemukan dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberiannya.

Atas temuan tersebut, Kantor Imigrasi Pontianak menyatakan akan melakukan penindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pelanggaran tersebut dikaitkan dengan Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 63 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Ketentuan tersebut mengatur ancaman pidana bagi orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal.

Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Ditempatkan di Rudenim Pontianak

Saat ini, 31 WNA tersebut ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pontianak di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Penempatan dilakukan sembari proses pemeriksaan dan pendalaman terhadap aktivitas mereka terus berjalan.

Imigrasi masih memeriksa identitas dan kewarganegaraan, dokumen perjalanan, izin tinggal, serta kesesuaian aktivitas para WNA dengan izin yang mereka miliki.

Sementara dugaan tindak pidana scamming masih didalami bersama kepolisian sesuai kewenangan masing-masing.

Kantor Imigrasi Pontianak menegaskan pengawasan terhadap orang asing merupakan bagian dari tugas keimigrasian untuk memastikan keberadaan dan kegiatan WNA di Indonesia sesuai dengan ketentuan hukum.

Kasus ini juga menjadi bagian dari penerapan kebijakan selective policy keimigrasian.

Dalam kebijakan tersebut, orang asing yang diperbolehkan masuk dan berada di Indonesia harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, terhadap orang asing yang menyalahgunakan izin atau melakukan aktivitas yang bertentangan dengan hukum Indonesia, Imigrasi akan mengambil tindakan sesuai kewenangannya.

Polisi dan Imigrasi masih dalami jaringan

Pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada pemeriksaan terhadap status keimigrasian 31 WNA.

Imigrasi dan kepolisian masih mendalami dugaan jaringan scamming tersebut.

Penyidik perlu memastikan bagaimana para WNA tersebut bisa berada di Pontianak, siapa yang mengatur kedatangan mereka, bagaimana aktivitas tersebut dijalankan, serta apakah terdapat pihak lain yang membantu kegiatan tersebut.

Termasuk kemungkinan keterlibatan warga negara Indonesia masih dalam pemeriksaan.

Kantor Imigrasi Pontianak menyatakan koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta dalam kasus tersebut.

Masyarakat juga diimbau melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas WNA yang diduga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hingga Kamis (10/9/2026), proses pendalaman terhadap 31 WNA dan barang-barang yang diamankan masih berlangsung.

Imigrasi menyatakan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan dan pendalaman dilakukan.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 55 Hari Berjibaku Padamkan Karhutla, Budiono Rindu Keluarga

    55 Hari Berjibaku Padamkan Karhutla, Budiono Rindu Keluarga

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIANAK – Asap, panas, dan bara api menjadi pemandangan yang akrab bagi Budiono selama hampir dua bulan terakhir. Kepala Regu 1 Manggala Agni Daops Kalimantan VIII Pontianak itu sudah 55 hari berjibaku bersama tim memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Hari-harinya lebih banyak dihabiskan di tengah lahan terbakar. Waktu […]

  • Empat Musisi Tiga Negara Siap Ramaikan Panggung Musik di Kuching

    Empat Musisi Tiga Negara Siap Ramaikan Panggung Musik di Kuching

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar – Empat musisi dari tiga negara akan tampil dalam gelaran Manggung Di Muara yang berlangsung di Kuching Waterfront, Sarawak, Malaysia. Musisi yang akan ambil bagian dalam pertunjukan tersebut berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dari Indonesia, panggung akan diramaikan Nadhif Basalamah dan Ari Lesmana. Sementara Malaysia diwakili Aisha Retno dan Brunei Darussalam oleh […]

  • SMA 2 Belitang Hulu Dipastikan Dapat Revitalisasi Tahap Pertama 2026, Kemendikdasmen Sudah Lakukan Verifikasi

    SMA 2 Belitang Hulu Dipastikan Dapat Revitalisasi Tahap Pertama 2026, Kemendikdasmen Sudah Lakukan Verifikasi

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR-  Kabar baik datang bagi SMA Negeri 2 Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau. Sekolah yang sempat menjadi perhatian publik akibat kondisi bangunannya itu dipastikan masuk dalam daftar penerima program revitalisasi tahap pertama tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif […]

  • Pemprov Kalbar Siapkan Dukungan untuk Pengembangan Kawasan Perbatasan

    Pemprov Kalbar Siapkan Dukungan untuk Pengembangan Kawasan Perbatasan

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKALBAR Sambas – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendukung Pemerintah Pusat dalam pengembangan kawasan perbatasan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalbar, Ria Norsan usai meninjau Kawasan Pos Lintas Batas Indonesia- Malaysia di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Minggu (14/6/2026). Pemprov Kalbar akan terus melakukan pembinaan lintas sektor dengan melibatkan instansi terkait untuk memperkuat sektor ekonomi, […]

  • Produksi Garam Temajuk Dinilai Berpotensi Besar, Pemprov Siapkan Dukungan Program

    Produksi Garam Temajuk Dinilai Berpotensi Besar, Pemprov Siapkan Dukungan Program

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar Sambas – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menaruh perhatian terhadap pengembangan usaha garam rakyat di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalbar, Ria Norsan, saat melakukan kunjungan dalam kegiatan Gema Membangun Desa pada Sabtu (13/06/2026). Menurut Norsan, selain memiliki potensi wisata alam yang menjanjikan, Desa Temajuk juga memiliki aktivitas ekonomi masyarakat […]

  • Musda DMI Kota Pontianak Momentum Jadikan Masjid Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Umat

    Gubernur Kalbar Buka Musda DMI Kota Pontianak Momentum Jadikan Masjid Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Umat

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) mendorong penguatan tata kelola masjid yang profesional agar mampu menjalankan fungsi keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat secara optimal. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, […]

expand_less