Bank Kalbar Fokuskan Pinjaman Daerah di 2026, Targetkan Lebih dari Rp600 Miliar
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Bank Kalbar, Rokidi yang menyatakan penurunan TKD justru membuka peluang pembiayaan bagi bank daerah untuk membantu pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga kesinambungan pembangunan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR Pontianak – Bank Kalbar memprioritaskan skema pinjaman daerah sebagai strategi utama ekspansi kredit pada 2026, seiring menurunnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Bank Kalbar, Rokidi yang menyatakan penurunan TKD justru membuka peluang pembiayaan bagi bank daerah untuk membantu pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga kesinambungan pembangunan.
“Di 2026 kami akan memaksimalkan skema pinjaman daerah. Karena sekarang TKD berkurang, ini menjadi salah satu market kami untuk membantu para pemegang saham dalam membangun daerah,” katanya, dalam kegiatan Konferensi Pers kinerja Bank Kalbar, pada Selasa, (6/1/2026).
Sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Kalbar menegaskan memiliki kewajiban moral dan institusional untuk mendukung kepala daerah dalam pembiayaan proyek-proyek strategis.
“Bank Kalbar ini milik para bupati, wali kota, dan gubernur. Maka sudah wajib hukumnya bagi kami untuk membantu mereka dalam pembiayaan pembangunan daerah,” tegas Rokidi.
Untuk 2026, Bank Kalbar menargetkan penyaluran pinjaman daerah di atas Rp600 miliar untuk 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, dengan potensi nilai yang masih bisa bertambah.
“Perkiraan kami di atas Rp600 miliar. Bahkan bisa lebih, karena sudah ada beberapa kabupaten dan kota yang menyampaikan rencana meminta dukungan pembiayaan untuk proyek strategis,” tambahnya.
Selain pinjaman daerah, Bank Kalbar juga menyiapkan ekspansi kredit di sektor lain, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan perumahan, serta kredit konstruksi untuk proyek pemerintah. Secara keseluruhan, ekspansi kredit Bank Kalbar pada 2026 diproyeksikan menembus lebih dari Rp2 triliun.
Ia menekankan, strategi ekspansi dilakukan dengan pendekatan mengambil pasar lebih dulu, sementara pendanaan akan mengikuti seiring meningkatnya penyaluran kredit, guna menjaga efisiensi biaya dana.
Dengan fokus pada pembiayaan daerah dan sektor produktif, Bank Kalbar optimis mampu menjaga kinerja dan tetap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat di tengah tantangan ekonomi yang masih berlanjut pada 2026.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar