BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Tim PKM FISIP Untan Dorong Modal Sosial Warga Kuala Dua Hadapi Karhutla

Tim PKM FISIP Untan Dorong Modal Sosial Warga Kuala Dua Hadapi Karhutla

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus mengancam Kalimantan Barat mendorong Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FISIP Universitas Tanjungpura (Untan) menggerakkan kekuatan masyarakat di tingkat lokal.

Gerakkan itu digalakkan lewat kegiatan bertajuk “Menjaga Kampung Bersama: Menggerakkan Modal Sosial Lokal untuk Cegah dan Atasi Karhutla”, yang telah sukses dilaksanakan oleh Tim PKM FISIP Untan dalam  Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (14/8/2026).

FGD yang diikuti Kepala Desa dan perangkatnya, BPD, RT/RW, kelompok tani, PKK, pemuka masyarakat, tokoh agama, tokoh adat hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) tersebut membahas potensi dan kekuatan sosial yang dapat digerakkan untuk mencegah serta menangani Karhutla.

Atas terselenggaranya kegiatan itu, Ketua Tim PKM FISIP Untan, Zulkarnaen, mengatakan kegiatan bertujuan membantu masyarakat Desa Kuala Dua memetakan modal sosial yang selama ini telah dimiliki dan dapat dimanfaatkan untuk menghadapi ancaman Karhutla.

“Tujuan PKM ini untuk membantu masyarakat Desa Kuala Dua menemukenali norma, adat, kebersamaan, kepercayaan, komunikasi dan kerja sama sebagai modal sosial yang dimiliki masyarakat. Hasil FGD juga menghasilkan rencana aksi nyata untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan di Kuala Dua,” ujar Zulkarnaen, pada Senin 17 Agustus 2026.

Ia menegaskan, pencegahan harus menjadi langkah utama. Masyarakat tidak boleh hanya bergerak setelah api membesar, tetapi harus membangun sistem bersama agar kebakaran dapat dicegah sejak awal.

Selain itu , Dosen FISIP Untan sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Pabali Musa, menyampaikan dampak perubahan iklim yang kini semakin dirasakan masyarakat, termasuk suhu panas ekstrem dan meningkatnya ancaman Karhutla di Kalimantan Barat.

Menurutnya, kondisi tersebut harus dihadapi dengan menghidupkan kembali kearifan lokal dan kekuatan sosial masyarakat.

“Kearifan lokal masyarakat Kuala Dua perlu digerakkan untuk menyikapi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Dalam diskusi, masyarakat mengungkapkan berbagai dampak Karhutla yang telah dirasakan secara langsung. Selain mengganggu kesehatan dengan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asap Karhutla juga berdampak pada aktivitas pendidikan, ekonomi rumah tangga hingga pekerjaan sehari-hari.

Sejumlah warga mengeluhkan meningkatnya penggunaan kipas angin yang berimbas pada tagihan listrik. Aktivitas rumah tangga juga bertambah karena warga harus lebih sering membersihkan debu dan sisa pembakaran yang masuk ke rumah.

Dari FGD tersebut, masyarakat sepakat bahwa Karhutla bukan persoalan individu, melainkan masalah bersama yang membutuhkan kerja kolektif.

Kekuatan sosial masyarakat Kuala Dua pun mulai dipetakan. Di antaranya komunikasi antar-RT, RW dan dusun melalui grup WhatsApp untuk menyampaikan informasi secara cepat ketika terjadi kebakaran, keberadaan Masyarakat Peduli Api, hingga kearifan lokal masyarakat Bugis berupa nilai “sawik” dalam pengelolaan lahan dan saluran air.

Kondisi kanal dan saluran air yang masih terpelihara juga dinilai menjadi modal penting dalam pencegahan Karhutla.

Namun, masyarakat masih menghadapi sejumlah kendala serius dalam penanganan kebakaran. Salah satunya biaya operasional yang cukup besar, mencapai sekitar Rp400 ribu per hari.

Selain itu, lokasi titik api yang sulit dijangkau, mesin pompa bantuan dengan kapasitas besar yang membutuhkan biaya operasional tinggi, serta sumber air yang mengering saat musim kemarau menjadi tantangan tersendiri.

Dalam FGD juga terungkap sekitar 70 persen lahan yang terbakar merupakan lahan milik pihak luar yang tidak dimanfaatkan atau berupa lahan tidur.

Tim PKM FISIP Untan juga turut mendorong masyarakat agar tidak menyerah menghadapi ancaman Karhutla. Namun, langkah utama yang harus dikedepankan adalah mencegah kebakaran sebelum terjadi.

“Jangan sampai terjadi kebakaran dahulu. Kearifan lokal dan modal sosial yang dimiliki Kampung Kuala Dua dapat menjadi penggerak untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan,” tegas Zulkarnaen.

Peran pemimpin lokal juga dinilai penting. Kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, RT/RW hingga kelompok masyarakat perlu menjadi penggerak dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan Karhutla secara bersama.

Pada sesi penutup, dijelaskan Zulkarnaen bahwa peserta FGD menyepakati sejumlah rencana aksi lokal. Salah satunya mengembangkan praktik kelompok tani yang memanfaatkan sumur dangkal dengan kedalaman sekitar delapan meter sebagai sumber air.

Sumur tersebut dinilai dapat menjadi solusi ketika parit dan sumber air lainnya mengering pada musim kemarau. Selain untuk menghadapi Karhutla, pemanfaatan sumur dangkal juga dapat mendukung kebutuhan pertanian dan peternakan masyarakat.

Peserta juga sepakat memperkuat komunikasi, kerja sama, gotong royong dan semangat saling membantu dalam menjaga Desa Kuala Dua dari ancaman Karhutla.

“Seperti semaraknya warga dalam menyikapi penyelenggaraan Robo-robo, semangat kebersamaan itu harus kita gerakkan juga untuk menjaga kampung dari Karhutla,” pungkas Zulkarnaen.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdikbud Kalbar Fokus Cetak Lulusan SMA/SMK Siap Kerja dan Berdaya Saing

    Disdikbud Kalbar Fokus Cetak Lulusan SMA/SMK Siap Kerja dan Berdaya Saing

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong peningkatan kualitas lulusan jenjang SMA dan SMK agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu bersaing di era industri. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Sy Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan penguatan pendidikan menengah menjadi salah satu strategi utama dalam menyiapkan […]

  • Gubernur Norsan Sebut Pemprov Perkuat Penanganan Karhutla, Titik Api Ketapang Turun Jadi 56

    Gubernur Norsan Sebut Pemprov Perkuat Penanganan Karhutla, Titik Api Ketapang Turun Jadi 56

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memastikan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat menyusul masih munculnya titik api di sejumlah wilayah Kalbar. Salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian pemerintah yakni Kabupaten Ketapang. Berdasarkan perkembangan yang diterima Norsan, jumlah titik api di wilayah tersebut mengalami penurunan dari 73 titik pada pagi […]

  • Momentum Nataru 2025, BPBD Kalbar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

    Momentum Nataru 2025, BPBD Kalbar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Provinsi Kalbar telah melakukan sejumlah langkah antisipasi dalam rangka Perayaan Natal dan Menjelang Tahun Baru 2026. Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Barat, melalui Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel mengatakan bahwa beberapa hal telah dilakukan, mulai dari menyiapkan personil untuk siap siaga dalam menghadapi potensi bencana. “Kami juga […]

  • Sambut Bulan Suci Ramadhan 1747 H. Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Singkawang Kunjungi Panti Asuhan

    Sambut Bulan Suci Ramadhan 1747 H. Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Singkawang Kunjungi Panti Asuhan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1747 H, Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Singkawang bersama TK Bhayangkari 04 Singkawang melaksanakan kunjungan sosial ke Yayasan Panti Asuhan Achmad Yani. Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Singkawang, Ny. Kiki Dody, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap menjelang Bulan Suci Ramadhan. “Kegiatan ini merupakan […]

  • Mahasiswa Informatika dan Sistem Informasi UPGRI Pontianak Gelar Kunjungan Industri ke Sejumlah Instansi

    Mahasiswa Informatika dan Sistem Informasi UPGRI Pontianak Gelar Kunjungan Industri ke Sejumlah Instansi

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Program Studi Informatika dan Sistem Informasi Universitas PGRI Pontianak sukses menggelar rangkaian kegiatan Kunjungan Industri bagi mahasiswa selama tiga hari. Kegiatan yang berlangsung pada 27 hingga 31 Juli 2026 tersebut diikuti 41 mahasiswa dengan didampingi 10 dosen pembimbing. Kunjungan industri ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai penerapan ilmu dan teknologi informasi […]

  • 488,05 Gram Sabu Dimusnahkan di Polres Singkawang, Komitmen Polisi Berantas Narkoba

    488,05 Gram Sabu Dimusnahkan di Polres Singkawang, Komitmen Polisi Berantas Narkoba

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Polres Singkawang melalui Satuan Reserse Narkoba melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkotika. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di Mapolres Singkawang, Jalan Firdaus H. Rais II, Kota Singkawang. Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin Kapolres Singkawang yang diwakili oleh Wakapolres Singkawang […]

expand_less