IPM Kalbar Tembus 72,09, Penguatan Sektor Pendidikan Mulai Berbuah Hasil
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONTIANAK – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat sektor pendidikan mulai menunjukkan hasil. Hal itu ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang kini mencapai 72,09 atau masuk dalam kategori tinggi.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator positif meningkatnya kualitas sumber daya manusia di daerah. Dibandingkan tahun sebelumnya, angka IPM Kalbar mengalami kenaikan sebesar 1,26 persen.
Menurut Norsan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan pemerintah untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan.
“Investasi terbaik bukan pada pembangunan fisik semata, tetapi pada kualitas manusia. Pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing,” ujarnya pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Salah satu program yang telah dijalankan adalah pemberian subsidi biaya pendidikan bagi sekitar 21 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB swasta di 274 sekolah sejak 2025. Program tersebut bertujuan menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga.
Selain itu, Pemprov Kalbar terus memperluas program digitalisasi pendidikan melalui penyediaan internet gratis di sekolah. Program yang sebelumnya diterapkan di sembilan sekolah percontohan kini mulai menjangkau lebih banyak sekolah, termasuk di wilayah terpencil.
Norsan menilai pemerataan akses teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan membuka kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan, terutama masih adanya lebih dari 114 ribu anak di Kalimantan Barat yang belum mengenyam pendidikan formal.
Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah meluncurkan Program Desa Sakti yang melibatkan pemerintah hingga tingkat desa untuk memastikan anak-anak kembali memperoleh layanan pendidikan. Program itu diperkuat dengan pendidikan kesetaraan bagi pekerja, pengembangan sekolah unggulan, serta revitalisasi ruang-ruang kreativitas masyarakat.
Ke depan, Pemprov Kalbar menargetkan IPM meningkat hingga berada pada kisaran 73,11–75. Target tersebut diyakini dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Dengan kualitas pendidikan yang terus meningkat, kita optimistis mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi Indonesia Emas 2045,” pungkas Norsan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar