Singkawang Jadi Ruang Temu Film dan Gerakan Antikorupsi Lewat ACFFEST Movie Day 2026
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR, SINGKAWANG – Upaya membangun budaya antikorupsi kini hadir dengan pendekatan yang lebih dekat dan partisipatif. Melalui ACFFEST Movie Day 2026, Singkawang menjadi salah satu kota yang mempertemukan film, komunitas, dan publik dalam satu ruang dialog terbuka.
Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional ACFFEST yang diinisiasi bersama KPK RI. Fokus utamanya jelas, mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami isu integritas melalui cara yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Berbeda dari kampanye konvensional, ACFFEST menggunakan film sebagai titik masuk. Film bekerja efektif karena menggabungkan visual, emosi, dan cerita yang konkret. Penonton tidak hanya melihat, tetapi juga memproses, membandingkan, dan merefleksikan realitas yang ditampilkan.
Singkawang, kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi. Penonton tidak berhenti pada sesi pemutaran. Diskusi setelah film menjadi inti kegiatan. Di sini, audiens dapat menguji pandangan, menyampaikan opini, dan membangun pemahaman bersama tentang isu korupsi yang sering kali terasa jauh, namun sebenarnya dekat.
ACFFEST juga membuka jalur partisipasi yang jelas bagi publik. Siapa pun dapat terlibat, baik sebagai penonton, peserta diskusi, maupun kreator.
Melalui kompetisi film yang dibuka secara nasional, individu dan komunitas diberi kesempatan untuk mengembangkan ide, memproduksi karya, dan mendistribusikannya ke audiens yang lebih luas.
Bagi filmmaker, terutama yang berada di tahap awal, program ini memberi akses yang konkret. Tersedia ruang belajar melalui workshop, pendampingan produksi, hingga peluang pendanaan. Skema ini memperkuat proses dari hulu ke hilir, mulai dari ide hingga karya jadi.
Kalimantan Barat menunjukkan dinamika yang positif dalam perkembangan ekosistem film. Komunitas tumbuh, kolaborasi meningkat, dan minat generasi muda terhadap produksi audiovisual terus naik. Singkawang, dengan karakter kota yang inklusif dan beragam, memiliki posisi strategis untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ini.
Namun, tantangan tetap ada. Akses terhadap pelatihan, distribusi karya, dan keberlanjutan produksi masih perlu diperkuat. Karena itu, kehadiran program seperti ACFFEST menjadi penting sebagai penghubung antara potensi lokal dan ekosistem nasional.
Memulai menjadi filmmaker, pendekatannya semakin terbuka. Perangkat produksi semakin terjangkau. Platform distribusi semakin luas. Yang dibutuhkan adalah kejelasan ide, kemampuan membaca isu, dan disiplin dalam proses produksi.
Melalui ACFFEST Movie Day 2026 di Singkawang, diharapkan terbentuk pola baru dalam kampanye sosial. Bukan lagi satu arah, tetapi dialogis. Bukan hanya informatif, tetapi juga transformatif.
Gerakan ini menempatkan film bukan sekadar sebagai karya seni, tetapi sebagai alat untuk membangun kesadaran publik yang berkelanjutan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar