BPBD Kalbar Minta Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir dan Longsor
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel
YOKALBAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan dengan intensitas bervariasi yang masih akan terjadi hingga 10 Januari 2026.
Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Kalbar.
“Untuk hari ini hampir seluruh wilayah Kalbar diguyur hujan. Bahkan intensitas hujan sangat ekstrem dilaporkan terjadi di Kabupaten Landak,” kata Daniel, Jumat (9/1/2026).
Tingginya curah hujan tersebut berdampak pada terjadinya banjir di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Sambas, Sekadau, Sintang, Melawi, Bengkayang, serta Kota Singkawang. Di Kabupaten Sambas, banjir di Kecamatan Galing sejak 5 Januari 2026 tercatat berdampak pada ratusan kepala keluarga.
Di Kabupaten Sekadau, banjir merendam beberapa desa di Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap dengan ribuan jiwa terdampak. Sementara di Kota Singkawang, genangan air terjadi di Jalan Kediri, tepatnya di belakang Kantor Wali Kota Singkawang, dipicu hujan lebat dan banjir rob.
Daniel juga menyebutkan terjadinya banjir bandang di Desa Nanga Pari, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang. Hingga kini, BPBD setempat masih melakukan kaji cepat untuk mendata jumlah warga dan fasilitas umum yang terdampak.
Banjir dan banjir bandang juga dilaporkan melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Melawi, termasuk Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, dan Belimbing. Selain itu, tanah longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Ella Hilir, dengan pendataan dampak yang masih berlangsung.
Menghadapi potensi bencana lanjutan, BPBD Kalbar mendorong pemerintah kabupaten/kota segera menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor agar penanganan dapat dilakukan lebih optimal dan melibatkan lintas sektor.
“Hingga saat ini baru dua daerah yang menetapkan status siaga, yakni Kabupaten Mempawah hingga 11 Maret 2026 dan Kabupaten Ketapang hingga 31 Maret 2026,” ujarnya.
BPBD Kalbar juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, wilayah pesisir, dan daerah rawan banjir agar selalu waspada, menyiapkan tas siaga bencana berisi obat-obatan, dokumen penting, serta perlengkapan evakuasi mandiri. Aparat lingkungan diminta berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik apabila banjir menggenangi permukiman warga guna mencegah risiko tambahan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar