Jembatan Kapuas III hingga Jalan Paralel Wilayah Perbatasan, Gubernur Norsan Beberkan Program Prioritas Kalbar
- account_circle Admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yokalbar PONTIANAK– Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memaparkan sejumlah proyek strategis daerah yang membutuhkan dukungan Pemerintah Pusat untuk direalisasikan, sebagai upaya mempercepat konektivitas, pemerataan pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalbar.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Musrenbang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (21/4/2026)
Dalam paparannya, Norsan menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut tidak hanya berskala besar, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap peningkatan daya saing daerah.
Beberapa proyek prioritas yang diusulkan meliputi pembangunan Jembatan Kapuas III dan Pontianak Outer Ring Road di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya, yang ditujukan untuk mengurai kemacetan serta memperkuat konektivitas kawasan perkotaan.
Selain itu, terdapat rencana pembangunan Tol Bandara Supadio–Pelabuhan Kijing yang menghubungkan Kabupaten Kubu Raya dengan Kabupaten Mempawah, sebagai jalur logistik strategis untuk mendukung aktivitas ekspor dan distribusi barang.
Di wilayah perbatasan, Pemprov Kalbar juga mendorong pembangunan jalan paralel perbatasan Nanga Era–batas Kalimantan Timur serta penguatan jalan poros tengah Kalimantan guna membuka akses wilayah terluar dan memperkuat integrasi antarprovinsi di Pulau Kalimantan.
Pengembangan kawasan perbatasan turut menjadi perhatian melalui peningkatan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk di Kabupaten Sambas dan PLBN Sei Kelik di Kabupaten Sintang, sebagai pintu gerbang ekonomi dan mobilitas antarnegara.
Sementara itu, di sektor transportasi udara, Pemprov Kalbar mengusulkan peningkatan Bandara Kota Singkawang serta pembangunan Bandara Kayong Utara guna memperluas aksesibilitas wilayah pesisir dan destinasi wisata unggulan.
Untuk mendukung konektivitas kawasan, juga direncanakan pembangunan jalan lingkar barat dan lingkar utara Kota Singkawang, serta pengembangan SPAM Regional Singkawang–Sambas guna memperkuat layanan air bersih lintas daerah.
Selain proyek-proyek tersebut, sejumlah peningkatan jalan dan jembatan strategis lainnya juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan Kalimantan Barat ke depan.
Norsan menegaskan, dukungan Pemerintah Pusat terhadap proyek-proyek tersebut sangat krusial, mengingat keterbatasan fiskal daerah dalam membiayai pembangunan berskala besar.
“Dukungan pusat sangat penting, karena proyek-proyek ini tidak hanya memperkuat konektivitas dan pelayanan dasar, tetapi juga menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Kalimantan Barat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, akademisi hingga dunia usaha, untuk menjaga konsistensi perencanaan pembangunan secara kolaboratif.
“Transformasi Kalimantan Barat tidak bisa dilakukan secara sektoral. Kita butuh sinergi agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun lapangan kerja,” ujarnya.
Di sisi lain, Gubernur turut mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk terus berinovasi di tengah keterbatasan fiskal daerah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah optimalisasi opsen pajak serta peningkatan porsi bagi hasil pajak bagi daerah.
“Kepala daerah harus terus berinovasi. Kita harus mampu bertahan dengan kondisi keuangan saat ini, salah satunya melalui optimalisasi pendapatan daerah dan percepatan penyalurannya,” pungkas Norsan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar